Polres Taput Tetapkan 4 Tersangka Kasus Penganiayaan di Siborongborong Taput

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Taput – Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 18 orang saksi secara marathon mulai Minggu, 5 Maret hingga Rabu, 8 Maret 2023, akhirnya Polres Tapanuli Utara berhasil meringkus 4 orang tersangka pelaku penganiayaan yang terjadi di Desa Siborongborong I, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Taput yang terjadi, Minggu, 5 Maret 2023 pukul 21.00 wib.

Keempat tersangka berinisial AP ( 31) warga Desa Sipultak kecamatan Pagaran Taput, PS  (28 ) warga Desa Parulokan Kecamatan Lintong Nihuta kabupaten Humbahas, RP ( 30 ) warga Desa Parulokan Kecamatan Lintong Nihuta kabupaten Humbahas dan ES ( 28 ) warga Lumban ina-ina Kecamatan Pagaran Taput.

Hal tersebut di sampaikan Waka Kapolres Kompol Jony Sitompul SH, di dampingi Kasat Reskrim IPTU Zuhatta Mahadi,  Kapolsek Siborongborong AKP B. Silalahi, Kasi Humas Ipda Gaung Wira Utama, dan Kanit Pidum Aiptu Mistranius Purba saat konfrensi pers bersama sejumlah wartawan  di polres Taput, Jumat 10 Maret 2023.

Waka Kapolres menyampaikan, peristiwa penganiayaan yang terjadi di Siborongborong, pada Minggu 5 Maret 2023 yang lalu, ada 1 orang korban meninggal dunia yaitu Andres Fransisko  Hutasoit ( 26 ) warga Desa Siborongborong I,  Kecàmatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara. Dan 1 orang mengalami  luka berat yaitu Candro Lubis (26) warga Desa Sitampurung,  Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara dan 1 orang luka ringan yaitu Goklas Hutasoit (  22 ) warga Desa Siborongborong I, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara.

Sedangkan ke 4 orang tersangka sudah resmi di tahan terhitung mulai Rabu, 8 maret 2023 selama 20 hari kedepan untuk penahanan pertama,” Sebut Waka Kapolres.

“Kapolres menguraikan, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang diperoleh saat dalam pemeriksaan,  kronologis penganiayaan tetsebut terjadi, Pada hari minggu, 5 maret 2023, rombongan tersangka datang dari Sipultak  dengan mengendarai 2 unit sepeda motor hendak ke kecamatan Lintong kabupaten Humbang Hasundutan.

” 1 unit motor di tumpangi oleh 3 orang,  dimana tersangka Aron Panjaitan berboncengan dengan tersangka Erik Sinaga dan saksi Manci Hutasoit dan satu motor lagi di tumpangi oleh tersangka  Rajes Pakpahan, tersangka Pokki Sinaga dan saksi Evi Nababan.

” Di perjalanan kedua motor berjalan dengan posisi tersangka Aron Panjaitan di depan dan di belakang rombongan tersangka Rajes Pakpahan.

Baca juga  Bupati Taput Hadiri Acara Tabligh Akbar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

” Saat melaju, tepat di Jalan umum Siborongborong 1, rombongan tersangka Rajes Pakpahan terjadi perselisih pahaman dengan pengguna sepeda motor lain yang di kenderai oleh Cepi Hutasoit, Candro Lubis dan Ramlan Hutasoit.

” Saat itu, rombongan tersangka Aron Panjaitan dan temannya melaju terus ke arah Siborongborong karena tidak tahu temannya yang di belakang terjadi percekcokan.

” Saat terjadi percekcokan di tempat tersebut, lalu perempuan yang dibonceng tersangka Rajes Pakpahan yaitu Evi Nababan menghubungi  rombongan tersangka Aron Panjaitan dan temannya agar memutar karena ada percekcokan tersebut.

” Saat ada percekcokan di pinggir jalan, warga sekitar pun melerai kedua belah pihak dan perdamaian pun terjadi.

” Setelah berdamai, rombongan Cepi Hutasoit, Candro Lubis dan Ramlan Hutasoit pun meninggalkan tempat dan memutar ke belakang serta singga di depan warung tuak milik Goklas Hutasoit yang tidak begitu jauh dari lokasi perkelahian.

”  Saat mereka sudah pergi,  rombongan Tersangka Aron Panjaitan pun tiba dilokasi dan menanyakan peristiwa yang terjadi.

” Setelah tersangka Aron Panjaitan mengetahui, lalu mereka bertiga bersama Erik Sinaga dan Pokki Sinaga satu sepeda motor menjumpai pihak Cepi Hutasoit di depan warung tuak.

” Saat sedang berada di depan warung tuak, di dalam warung ada Andres Fransisko Hutasoit dan pemilik warung Goklas Hutasoit.

” Begitu rombongan Aron Panjaitan tiba di depan warung dan terlihat oleh Rombongan Cepi Hutasoit,  mereka kembali cekcok dan akhirnya berkelahi di depan warung.

” Saat itu korban yang meninggal dunia yaitu Andres Fransisko Hutasoit turut keluar dari warung dan ikut berkelahi.

” Di depan warung,  tersangka Aron Panjaitan mengambil pisau yang sebelumnya sudah ada di pinggang nya saat berangkat dari Sipultak menuju Lintong Nihuta karena ada rencana memanggang-manggang.

” Di saat itu lah dengan cara membabi buta tersangka Aron  menusuk korban yang mengena di perut Korban Andres dan Cardon Lubis.

Baca juga  Bupati, Serahkan 1050 Voucher ke Masyarakat dan Tokoh Agama

” Setelah korban terluka mereka pun masuk ke kedalam warung karena pendarahan,  namun dikejar oleh kelompok tersangka Aron.

” Goklas selaku pemilik warung pun terkejut melihat apa yang terjadi karena tidak tahu ada masalah. Dirinya pun melarang perkelahian tersebut sehingga turut mengalami luka tusuk oleh tersangka Aron.

” Saat Korban Andres Fransisko dan Cardon Lubis terluka tusuk di perut dan di punggung, keduanya bersembunyi di belakang warung dan tersangka pun membalik-balikkan meja di warung.

” Setelah warga sekitar berdatangan rombongan tersangka pun pergi ke kecamatan Lintong Nihuta. Sedangkan korban di bawa berobat kerumah sakit Santa Maria Siborongborong.

” Luka parah kedua korban sangat serius , akhirnya Rumah Sakit Santa Maria pun merujuk Andres Fransisko dan Cardon Lubis ke rumah sakit di Medan sedangkan korban Goklas Hutasoit malam itu kembali kerumah karena hanya luka ringan.

Ditengah jalan, Andres Fransisko meninggal dunia dan Cardon Lubis saat ini di rawat di medan.

” Setelah tersangka tiba di Kecamatan lintong Nihuta, mereka pun berpencar dan melarikan diri.

” Dengan Upaya kerja keras kita, Senin, 6 Maret 2023, 1 tersangka yaitu Erikson Sinaga berhasil diamankan dari Desa Sipultak Kecamatan Pagaran, sedangkan Rajes Pakpahan berhasil diamankan Selasa, 7 Maret 2023 dari Kecamatan Lintong Nihuta dan Aron Pakpahan dan Pokki Sinaga diamankan Rabu, 8 Maret 2023 dari Dolok Sanggul.

” Dalam peristiwa tersebut, kita mengamankan barang bukti berupa 1 buah bongkahan batu, 6 potong pakaian korban. Sedangkan pisau masih dalam pencarian kita karena sudah dibuang oleh tersangka.

” Terhadap tersangka Pokki Sinaga, Erikson Sinaga dan Rajes Pakpahan ,diterapkan pasal 170 ayat 2 ke 2e Subs Pasal 351 ayat 3 yo Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

” Untuk tersangka Aron Panjaitan  dikenakan melanggar pasal 338 Sub 351 ayat 3 yo Pasal 365 atau pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 15 Tahun Penjara, Ujar Waka Kapolres. (F/BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan