Berawal Raket Kayu, Ini Kisah Apriani Hingga Juara Olympiade

  • Whatsapp
Apriyani Rahayu dan Greysia

BeritaTapanuli.com – Apriyani Rahayu terus mendapat pujian setelah berhasil memecah medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo.

Ia pun kembali menjadi perbincangan hangat, hingga kisah awal ia mengenal olahraga bulutangkis.

Dikisahkan sang Ayah, Amirudin, mengungkap bakat anaknya itu sudah terlihat sejak usia 3 tahun.

Amirudin mengungkapkan, saat itu di kampung halamannya di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Apriyani kecil sudah sering bermain badminton menggunakan raket kayu.

“Dibikinkan raket dari kayu, dia main sama mamanya dengan saudaranya,” ujar Amiruddin sebagaimana dikutip media ini dari detik.com.

Tak sampai disitu, Amirudin mengaku harus menebang sejumlah pohon di sekitar rumahnya untuk dijadikan lapangan badminton.

“Kan ada lapangan di samping rumah, saya tebang pohon kesayangan saya demi mereka,” Bebernya.

Baca juga  Dua Pelaku Perampokan Truk Getah Diringkus

Dan pada 2007, sangat buah hati pun mulai bertanding ke tingkat nasional untuk mewakili Sultra, yang saat itu usianya masih 9 tahun.

Setelah tahun 2011, Amirudin harus rela melepas anaknya untuk mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta.

Menurut Amirudin, Apriyani Rahayu selalu pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Konawe setiap kali akan bertanding. Tujuannya meminta izin kepada orang tua dan ziarah ke makam mendiang ibundanya.

“Seminggu sebelum berangkat ke Tokyo, dia pulang untuk pamit langsung dan ziarah ke makam almarhum ibunya. Dia juga pamit sama keluarga dan tetangga lalu minta untuk didoakan,” ujarnya.

Ketika Apriyani Rahayu meminta izin berangkat ke Olimpiade Tokyo 2021, Amirudin selalu berpesan kepada putrinya agar selalu berdoa dan tidak sombong dalam setiap pertandingan.

Baca juga  Ketua IPK Tegaskan Memilih JP Harga Mati

“Pesanku waktu berangkat jangan lupa berdoa dan jangan sombong. Kunci keberhasilan itu karena, kalau kita sombong, Tuhan tidak suka dia,” pesannya.

Setelah meraih kemenangan, Apriyani juga langsung menghubungi ayahnya untuk memberi tahu tentang keberhasilannya mengharumkan nama Indonesia.

“Dia langsung telepon dan kabarkan kemenangannya, saya bilang syukur alhamdulillah,” tuturnya.

Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses mengukir emas di Olimpiade Tokyo 2020. Keberhasilan itu dipersembahkan Apriyani untuk almarhum ibunda.

Apriyani menuntaskan Olimpiade Tokyo 2020 dengan menjadi juara di sektor ganda putri. Bersama Greysia, ia mengalahkan unggulan kedua asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan, dalam dua game, 21-19, 21-15, Senin (2/8). (Sumber : dtc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan