16 Kepala Daerah Peraih Terima “Anugerah Kihajar”

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Jakarta –  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah pada malam Anugerah KIHAJAR, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/11)

Tahun ini, Kemendikbud memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah provinsi, kota/kabupaten di Indonesia.

Aspek yang dinilai pada penganugerahan ini antara lain kebijakan, tata kelola, praktik baik terkait TIK, manajemen, dan komitmen untuk peningkatan sumber daya manusia, dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah, serta inovasi-inovasi yang dilakukan di daerahnya.

Para kepala daerah penerima “Anugerah Kihajar” ini terbagi atas tiga kategori yaitu utama, madya, dan pertama. Berikut kepala daerah yang mendapatkan penghargaan berdasarkan kategori.

Kategori utama

  1. Bupati Gunung Kidul, Badingah
  2. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini
  3. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti

Kategori Madya

  1. Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta
  2. Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey
  3. Walikota Malang, Sutiaji
  4. Walikota Bandung, Oded M. Danial
  5. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
  6. Walikota Semarang, Hendrar Prihadi

Kategori Pertama

  1. Bupati Kutai Timur, Ismunandar
  2. Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan
  3. Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan
  4. Walikota Banda Aceh, Amiah Usman
  5. Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano
  6. Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani
  7. Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun

Teknologi informasi dan komunikasi ( TIK) berperan penting

Teknologi informasi dan komunikasi ( TIK) berperan penting untuk memajukan sektor pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Peningkatan peran TIK perlu untuk menjawab tantangan perkembangan era digital.

Baca juga  Terkait Pengembangan Danau Toba, Presiden Justru Minta Rumah Dikembalikan ke Bentuk Aslinya

Dalam upaya memberikan apresiasi kepada daerah yang memiliki komitmen dalam menggunakan TIK untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah pada malam ” Anugerah Kihajar” di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/11).

Penyelenggaraan “Anugerah Kihajar” tahun ini mengangkat tema “Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter di Era Digital”.

“Dengan tema tersebut, tentu penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi dan juga memberi contoh bagi daerah-daerah lain agar teknologi informasi menjadi bagian dari proses pendidikan dan kebudayaan yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi,” ujar Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Didik Suhardi Didik dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Ia menambahkan kepala daerah yang tahu, peduli, dan mengantisipasi kebutuhan anak-anaknya adalah kepala daerah yang mempersiapkan putra-putrinya sebaik-baiknya, khususnya dalam memasuki era digital.

Di samping itu, ia berkeyakinan bahwa generasi muda Indonesia sudah sangat maju dengan teknologi. Oleh karena itu, akan sangat rugi jika pemerintah dan pemerintah daerah tidak menyiapkan teknologi informasi yang memadai.

Kemendikbud telah menyiapkan aplikasi sumber belajar yakni aplikasi Rumah Belajar versi mobile. Aplikasi yang berisi konten-konten pembelajaran dan aplikasi e-pembelajaran untuk siswa dan pendidik ini diluncurkan pada Malam Anugerah KIHAJAR.

“Selain itu, ada TV Edukasi yang tentu akan sangat bermanfaat. Kedua media ini bisa dimanfaatkan di dalam maupun di luar kelas sehingga anak-anak bisa belajar di mana saja,” tambahnya.

Baca juga  Seorang Kakek Gantung Diri di Dapur Rumahnya

Ia berharap para kepala daerah bisa mendorong peserta didik untuk menggunakan teknologi informasi dengan bijaksana. Penggunakan teknologi informasi bukan sekedar untuk bermain games melainkan juga untuk proses belajar.

Pemda diminta aktif berpartisipasi

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kemendikbud, Gogot Suharwoto mengatakan pendayagunaan TIK bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melainkan partisipasi pemerintah daerah.

Partisipasi pemerintah daerah dalam pendayagunaan TIK di sektor pendidikan dan kebudayaan dilakukan dalam kerangka kebijakan, anggaran, program, implementasi dan dampak.

“Selain untuk memberikan apresiasi atas upaya tersebut, penyelenggaraan ‘Anugerah Kihajar’ dimaksudkan untuk memetakan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan,” ujar Gogot.

Selain penganugerahan penghargaan kepada para kepala daerah, dalam rangkaian kegiatan “Anugerah Kihajar” ini dilaksanakan berbagai perlombaan, seminar, dan pameran terkait dengan TIK.

Lomba yang dipertandingkan antara lain Pemilihan Duta Rumah Belajar, Kuis Kita Harus Belajar (Kihajar), Lomba Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (MembaTIK), Lomba Aplikasi Mobile Kihajar, Lomba Festival Video Edukasi, Lomba Coding Edusiber, Lomba Program Siaran Radio Pendidikan, Seminar Nasional Rumah Belajar, dan Pameran Layanan TIK. (Sumber : Tribun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan