Tetap Gelar Kebaktian Ditengah Larangan Corona, Pastor Ditangkap

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, AS – Seorang pastor di Florida, Amerika Serikat ditangkap karena nekat menggelar kebaktian di tengah larangan keluar rumah untuk menekan penyebaran virus corona.

Pastor Ronald Howard-Browne, 58, ditangkap pada hari Senin (30/3) setelah dua kali melakukan kebaktian yang diikuti ratusan jemaat di sebuah gereja di kota Tampa.

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa puncak kematian akibat infeksi virus corona di AS akan terjadi dalam dua pekan ke depan.
“Secara sengaja dan berulang kali mengabaikan perintah kesehatan masyarakat negara bagian dan lokal yang menempatkan jemaatnya dan komunitas dalam bahaya,” kata sheriff Hillsborough Chad Chronister lewat Twitter seperti dikutip dari AFP.

Baca juga  Kabar Baik, 2 Pasien Covid-19 Sembuh di Taput, Begini Imbauan Bupati ke Masyarakat

Menurut catatan penjara, pastor Ronald Howard-Browne menyerahkan diri setelah surat perintah penangkapan diberikan. Dia dibebaskan kurang dari satu jam kemudian setelah memberikan jaminan sebesar $500.

Howard-Browne yang merupakan pendukung setia Presiden AS Donald Trump tidak percaya dengan ancaman serius Covid-19. Dia menganggap gerejanya harus tetap melayani kebaktian selama pandemi.

Hingga Senin, kasus virus corona di Florida telah mencapai 5.400 dan 63 orang meninggal. Berdasarkan data terbaru pada Selasa (31/3) total ada 161.647 pasien positif Covid-19 di AS dan nyaris 3.000 orang meninggal.

Baca juga  Ridwan LIDA Hibur Penutupan Turnamen Voli Bupati Cup

Trump juga telah memperpanjang pedoman menjaga jarak sosial atau social distancing untuk menekan penyebaran virus corona hingga 30 April 2020.

Trump menyebut angka corona di AS bisa lebih tinggi lagi bila pemerintah tidak segera memutus rantai penyebaran Covid-19 salah satunya dengan menjaga jarak sosial. (sumber : cnnindonesia.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan