Gegara Uang Rp 20 Ribu, Anak Tega pada Ibu Kandung Hingga Meninggal Dunia

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Satuan Reskrim Polres Aceh Utara berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Fatimah (63), warga Gampong Dusun Satu Teungku Mak Amin Gampong Meunsah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Korban yang ketika itu, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Senin (8/7/2020) pagi.

Dalam penyelidikan kepolisian, terungkap jika pelaku ternyata anak kandung korban sendiri. Awalnya dilaporkan sebagai saksi yang pertama kali menemukan jasad korban.

Pelaku sendiri berinisial NI (35) yang tinggal di Gampong Alue Bilie Rayeuk Kecamatan Baktiya.

“Pagi itu pelaku datang meminta uang sebesar Rp.300 ribu pada ibunya, namun korban menjawab tidak punya uang,” ungkap Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi, Selasa (9/6/2020) dikutip dari Tribratanewsacehutara.

Seterusnya pelaku meminta uang lagi Rp 20 ribu untuk membeli rokok, namun dijawab lagi oleh korban jika dirinya tidak punya uang.

Baca juga  Kebakaran di Padangsidimpuan Hanguskan 15 Rumah Warga, Begini Respon Walikota

“Merasa kesal, pelaku lantas mengambil sebilah pisau menarik rambut korban dan menggorok lehernya,” ungkap AKP Rustam berdasarkan pengakuan pelaku.

Ia menerangkan jika pelaku sempat membuat alibi seolah-olah bukan dia yang melakukan pembunuhan,

“Namun dari petunjuk awal serta pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya, kasus ini masih dilakukan penyelidikan mendalam, dan tersangka sudah diamankan di Polres Aceh Utara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Seorang nenek bernama Fatimah Sulaiman (63), warga Desa Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Senin (08/06/2020) ditemukan tewas di rumahnya.

Polisi menduga, nenek dari keluarga tidak mampu ini korban pembunuhan sebab korban ditemukan meninggal dengan luka di leher.

Kapolsek Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, AKP Zulfitri membenarkan kejadian tersebut melalui keterangan tertulisnya.

Baca juga  Arief Budiman Diberhentikan DKPP Dari Jabatan Ketua KPU

Ia menyebutkan, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yang bernama NI(35) saat menjenguk korban.

“Nasrul datang ke rumah orang tuanya sekira pukul 07.00 WIB dengan maksud ingin melihat ibunya Fatimah, kemudian saksi mengetuk pintu depan namun tidak ada jawaban.

Kemudian NI  melihat ada darah dari bawah pintu dan ia langsung menuju pintu belakang tapi juga terkunci dari dalam kemudian NI memanjat dari dinding samping rumah dan melihat ibunya sudah jatuh dengan posisi terlungkup ke bawah tanah,” terang Zulfitri.

Mendapati ibunya dalam kondisi bersimbah darah, NI  meminta tolong kepada makciknya yang tinggal disamping rumah korban.

Fatimah diketahui tinggal sendiri di rumah tersebut dan ia juga kerap meminta sedekah di kawasan Kota Panton. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan