Bupati Taput Gelar Diskusi Bahas Rencana Pemetaan Program Studi Pariwisata Untara melalui Zoom Meeting

  • Whatsapp

Berita Tapanuli, Taput – Bupati Taput Drs. Nikson Nababan, M.Si bersama Wakil Bupati Taput Sarlandy Hutabarat, SH didampingi Asisten II Osmar Silalahi, Kepala Bappeda Luhut Aritonang dan Kadis Pendidikan Bontor Hutasoit gelar diskusi membahas Rencana pemetaan Program Studi Pariwisata Universitas Tapanuli Raya melalui zoom meeting, di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Taput, Rabu (04/11).

Adapun para narasumber dalam diskusi, berasal dari beberapa universitas ternama di Sumatera Utara.

Melibatkan Dosen, USU, Universitas Dharma Agung. Selain itu, juga beberapa pemerhati budaya lokal, pendidikan, pengusaha bidang pariwisata, dan Ketua Alumni UGM, R. Mawarni Tampubolon, CO – Puteri Indonesia – Sumatera Utara

“Wisatawan itu ada dari mancanegara dan domestik. Saya ingin mengejar wisatawan domestik dulu.” Ujarnya mengawali diskusi.

Baca juga  Bupati Taput Pertegas Pengawasan di Perbatasan

Bupati juga berharap bagaimana anak-anak dari Tapanuli Raya tidak keluar, tapi belajar dan menerapkan ilmumya di Tapanuli Raya.

“Melalui diskusi ini, saya ingin menemukan ide, pemikiran dan berbagai pengalaman dari para pakar, akademisi, praktisi dan pemerhati pendidikan. Memformulasikan ide-ide menjadi rekomendasi penting dalam pendirian program studi, menemukan keunggulan sebuah program studi dengan kriteria minimal mencakup sikap, pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kurikulum Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar,” ujar Bupati.

Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa pemikiran dari para narasumber sangat penting dalam kajian ini.

Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, Kepala Pusat Studi Pariwisata UGM/Dosen Prodi Magister dan Doktor Kajian Pariwisata Sekolah Pascasarjana UGM selaku narasumber dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pertumbuhan pariwisata global cenderung naik dalam jangka panjang, kebutuhan SDM semakin besar dengan skill yang lebih spesifik, perlu dibentuk pendidikan yang mengembangkan kompetensi khusus dan adaptif terhadap perkembangan pariwisata masa depan.

Baca juga  Korban Paskibra di Labuhanbatu, Dapat Telepon dari Menpora

“Kebutuhan SDM pariwisata terus bertambah, kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata prioritas, kebudayaan Batak yang kuat sebagai sumber pengetahuan dan kreativitas, potensi input (lulusan SMA) besar dari dalam dan luar kawasan. Branding prodi Pariwisata sebagai brand Untara dengan karakter unik, spesifik dan distingtif,” ujar Janianton mengakhiri paparannya. (R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan