12 Petugas Puskesmas di Taput Diisolasi Mandiri

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Taput – Sebanyak 12 petugas medis di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut) dilakukan isolasi mandiri.

Hal ini disampaikan Bupati Drs. Nikson Nababan, M. Si., usai dua warganya sesuai rapid test terindikasi postif Covid-19.

Namun untuk memberi kepastian di masyarakat, ia menyampaikan sedang berjuang, adanya alat PCR Swab di RSUD Tarutung sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19.

Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si, juga memerintahkan, Kepala Dinas Kesehatan Alexander Gultom untuk melakukan isolasi mandiri terhadap petugas Puskesmas Situmeang Habinsaran, pasca ditemukannya 1 orang dugaan terpapar Covid-9 inisial R jenis kelamin petempuan usia 46 tahun warga Sipoholon.

Baca juga  Putra Sibolga Andhy P Nainggolan, Sambangi Kantor DPW Perindo

“Setelah melihat hasil pemeriksaan terhadap 12 orang petugas dan anggota keluarga TS, maka mereka diliburkan dan wajib melaksanakan isolasi mandiri. Saya berharap para saudara kita yang diisolasi mandiri ini tetap disiplin dan tetap menjaga kesehatan dengan memperhatikan kualitas makanan serta menjaga hidup sehat. Kita akan mengalihkan petugas dari puskesmas lainnya sehingga Puskesmas ini tetap melayani masyarakat,” ucap Bupati di Sopo Rakyat Kanopi Rumah Dinasnya, Tarutung (Rabu, 15/04/2020).

“Terhadap 1 orang petugas medis R yang diduga terpapar tersebut telah dilakukan isolasi di RSUD Tarutung dan saya juga sudah perintahkan kepada Direktur Rumah Sakit Tarutung agar 2 orang anggota keluarga pasien TS untuk diisolasi juga,” tambah Bupati.

Baca juga  Sebanyak 114 Pelajar Terjaring Rajia, Dihukum Hormat Bendera

Bupati juga mengatakan bahwa tidak bisa memastikan pasien positif atau negatif karena keterbatasan alat yang hanya menggunakan alat rapid test.

“Kita juga sedang berjuang adanya alat PCR Swab di RSUD Tarutung sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19, sehingga dapat lebih cepat penanganannya terhadap pasien dengan gejala Covid-19 tanpa perlu menunggu sampai berhari-hari. Kita berharap perhatian Pemerintah Pusat agar alat ini dapat realisasi dalam waktu dekat,” pungkasnya. (F/BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan