Tambang Emas Agincourt Resources Tutup Operasi Katarak Gratis, 827 Mata Buta Katarak Berhasil Diselamatkan

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sumut – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menutup bakti sosial operasi katarak gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia.”

Sebelumnya sebanyak 827 mata buta katarak berhasil dioperasi dan disembuhkan lewat tujuh putaran operasi di Tapanuli Selatan dan Kota Medan, Sumatra Utara.

Kegiatan tersebut di gelar sepanjang September hingga November 2022.

Presiden Direktur PT Agincourt Resources Muliady Sutio menyampaikan jumlah mata yang dioperasi melampaui target awal. Tentunya merupakan bukti besarnya antusiasme warga lingkar Tambang Emas Martabe hingga warga ibukota Sumatra Utara terhadap upaya konkret PTAR di bidang kesehatan masyarakat.

Muliady Sutio juga menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program mulia tersebut.

Ia menambahkan seluruh putaran operasi katarak gratis berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Menurutnya, rangkaian operasi katarak gratis ini dapat terselenggara karena dukungan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, masyarakat sekitar area Tambang Emas Martabe, dan semua pemangku kepentingan di Tapanuli Selatan dan Sumatra Utara.

“Kami sampaikan apresiasi tertinggi kepada para pasien yang telah mengikuti operasi katarak gratis ini. Sebagian dari mereka adalah pencari nafkah keluarga, penopang hidup anak-anaknya, dan ada pula anak-anak yang masih bersekolah. Selamat kepada para pasien yang telah pulih, kembali produktif dan mandiri menjalani hidup,” kata Muliady.

Ia menekankan bahwa rangkaian operasi katarak gratis yang diadakan PTAR setiap tahunnya ini merupakan bukti konkret dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat, utamanya masyarakat pra-sejahtera.

Dalam kerangka yang lebih luas, penyelenggaraan operasi katarak sejalan dengan poin ketiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDG’s), yakni menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

Operasi katarak gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” sudah diadakan PTAR sejak 2011. Tahun 2022 menjadi tahun kedelapan PTAR menggelar rangkaian operasi katarak gratis, tepatnya di RS Bhayangkara, Batangtoru, Tapanuli Selatan dengan jumlah mata yang dioperasi mencapai 525 mata serta di RS Mencirim 77 Medan dengan jumlah mata dioperasi sebanyak 302 mata.

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih kepada Agincourt Resources yang telah menyelenggarakan rangkaian operasi katarak gratis di Sumatra Utara. Ia turut menyaksikan operasi katarak dan menyapa sejumlah warga penerima manfaat setelah ikut memberikan obat tetes mata kepada penerima manfaat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 800 warga Sumatra Utara. Saya berharap operasi katarak gratis ini terus diadakan oleh Agincourt Resources, serta muncul Agincourt-agincourt lainnya yang menggelar kegiatan seperti ini,” ujar Edy.

Baca juga  Sebanyak 38 ASN Diambil Sumpah di Lapas Kelas II Sibolga

Sementara acara penutupan diadakan di Rumah Sakit (RS) Khusus Mata Mencirim 77, Medan, pada 24 November 2022, dihadiri Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, Presiden Direktur PT Agincourt Resources Muliady Sutio, Direktur & CFO PT Agincourt Resources Noviandri Hakim, dan Komisaris PT Agincourt Resources Linda Helena Darmalina.

Pulihkan Mata Anak Penderita Katarak

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menegaskan bahwa operasi katarak yang diadakan PTAR kepada warga pra-sejahtera penting dilakukan untuk menekan prevalensi buta akibat katarak yang cukup tinggi di Sumatra Utara.

Mengacu pada hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RABB) tahun 2014-2016 saja, prevalensi kebutaan akibat katarak di Indonesia mencapai 1,9%, dengan sekitar 90% gangguan penglihatan terdapat di wilayah penduduk berpenghasilan rendah. Di Sumatra Utara saja, nyaris 80% kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas disebabkan katarak yang tidak dioperasi, yang menurut data Kementerian Kesehatan, sebagian warga Sumatra Utara tidak menyembuhkan katarak yang dideritanya karena alasan biaya.

“Kepedulian PTAR terbukti membawa perubahan langsung bagi kehidupan masyarakat yang hasilnya dapat dirasakan seumur hidup. Sejak 2011 hingga saat ini, operasi katarak yang digelar PTAR telah menyembuhkan 8.945 mata katarak. Khusus tahun ini saja, sebanyak 827 mata dioperasi, sekitar 75% di antaranya berasal dari Tapanuli Selatan,” ucap Katarina.

Penerima manfaat yang menjalani operasi katarak pada tahun 2022 berasal dari berbagai kabupaten/kota, seperti Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Kepulauan Nias, Kota Medan, Deli Serdang, dan Langkat. Sebanyak 20 pasien yang berdomisili di Tapanuli Selatan dengan kondisi khusus dibawa ke RS Mencirim 77 Medan untuk dioperasi.

“Pasien yang didatangkan ke Medan dengan disertai pendamping masing-masing tidak mengeluarkan dana sepeser pun, karena seluruh biaya transportasi dan akomodasi kami tanggung. Pasien yang didatangkan ke Medan ini salah satunya seorang anak berusia 14 bulan yang menderita katarak sejak lahir. Visi kami jelas, yaitu ingin memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh penerima manfaat,” tandas Katarina.

Seorang penerima manfaat berusia 14 bulan, Mutiara Nur Olivia, menjadi pasien termuda di rangkaian operasi katarak gratis 2022. Ibunda Mutiara, Epaliani, mengaku sangat bersyukur atas operasi katarak gratis yang diterima anaknya. Dari rumahnya di Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan, ia bersama suami mengantar anaknya yang menderita katarak pada kedua matanya itu untuk menjalani operasi katarak di RS Mencirim 77 Medan.

Baca juga  Ketua KIRAB Sibolga Sesalkan Pernyataan Pemuda yang Marah di DPRD Sibolga

“Saya dan suami sangat berharap agar Mutiara bisa melihat seperti teman-temannya yang lain. Benar-benar kami sangat terbantu dengan adanya operasi katarak gratis ini,” ujar Epaliani.

Epaliani dan suaminya, Pangihutan, awalnya sudah mengumpulkan uang untuk membawa Mutiara dioperasi. Uang tersebut berasal dari penghasilan Pangihutan sebagai buruh di perkebunan sawit. Dengan mengikuti operasi katarak gratis PTAR, dana yang sudah terkumpul itu akan dialihkan untuk membiayai pendidikan Mutiara kelak.

Selain Mutiara, Alfandi Wijaya yang berusia 11 tahun, warga Langkat, juga menjadi penerima manfaat operasi katarak gratis yang digelar PTAR. Alfandi diketahui menderita katarak saat usianya 4 bulan. Ia kerap menerima cibiran dari teman-temannya karena satu matanya katarak, apalagi ia tunarungu dan sulit berbicara.

“Saya ingin sekali Alfandi bisa melihat jelas, sehingga bisa belajar dan bermain sepakbola seperti anak-anak lainnya. Tetapi saya tidak punya biaya untuk operasi. Untunglah saya dengar Tambang Emas Martabe mengadakan operasi katarak gratis, jadi saya daftarkan Alfandi,” ucap ibunda Alfandi, Rohana.

Bertahun-tahun sudah Rohana menanti mata Alfandi normal melihat, tetapi ia tak berdaya karena terbatasnya biaya. Bebannya kian berat setelah suaminya meninggal dunia setahun lalu sehingga harus bekerja membuka toko kelontong demi menghidupi Alfandi dan tiga anak lainnya.

Sekilas Tambang Emas Martabe

Tambang Emas Martabe dikelola dan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources. Wilayah tambang mencakup area 30 km² yang berada dalam Kontrak Karya (KK) generasi keenam dengan total luas wilayah 1.303 km². lokasinya di sisi barat pulau Sumatra, tepatnya di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Tambang Emas Martabe mulai berproduksi penuh pada 24 Juli 2012 dan memiliki basis sumber daya 7,5 juta ounce emas dan 66 juta ounce perak per 30 Juni 2021. Kapasitas operasi Tambang Emas Martabe lebih dari 6 juta ton bijih per tahun untuk memproduksi lebih dari 274.000 ounce emas dan 1.35 juta ounce perak per tahun.

PT Agincourt Resources melibatkan lebih dari 3.000 karyawan dan kontraktor, sekitar 99% di antaranya adalah warga negara Indonesia, dan lebih dari 70% berasal dari desa setempat.

PT Danusa Tambang Nusantara (PTDTN) memegang 95% saham PT Agincourt Resources. PTDTN adalah anak usaha PT United Tractors Tbk. dengan kepemilikan saham 60% dan PT Pamapersada Nusantara dengan kepemilikan saham 40%, sekaligus bagian dari grup usaha PT Astra International Tbk. Sebanyak 5% saham PT Agincourt Resources dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. (R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan