Produk Unggulan Desa Silantom Julu Sentuh Pasar Nasional

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Taput – Sebuah produk pertanian unggulan Desa Silantom Julu masuk kamar dagang industri musiman.

Yakni Kolang Kaling, merupakan olahan para petani Desa Silantom Julu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Terkenal dengan keaslian dan keunggulan supernya hingga sangat diminati pasar yang kemudian dikirim ke ibukota Jakarta.

Tak heran, musim mendekati awal puasa, masyarakat akan disibukkan dengan kegiatan pengolahan Kolang Kaling.

Seperti diungkapkan salah satu tokoh masyarakat desa, J. Pasaribu, Selasa (14/2) mengaku, warga desa sangat tertolong atas tingginya permintaan pasar.

Apalagi Desa Silantom Julu merupakan pemasok utama di Kab. Tapanuli Utara yang menyentuh pasar nasional seperti halnya ke kota Jakarta.

Baca juga  Bupati Taput Serahkan Kendaraan Operasional Persampahan

Hal itu tidak terlepas dari pasokan sumber daya alam yang ada dan melimpah. Bahkan mencapai puluhan ton keluar dari desa tersebut. Sebagaimana diketahui, penduduk setempat rata rata memiliki pokok aren yang dibudidayakan.

Banyak manfaat dari pohon yang satu ini, mulai dari olahan nira menjadi Tuak, Gula Merah, sapu lidi, ijuk sebagai atap rumah dan sapu serta buah yang menjadi bahan pokok Kolang kaling.

Perlu diketahui makanan Kolang Kaling diyakini mampu sebagai pengganti makanan saji dan sangat baik bagi kesehatan lambung usai menjalani puasa.

Tak sedikit yang mengaku, usai menjalani puasa seharian, sajian makanan olahan kolang kaling menjadi menu sajian pembuka utama sebelum dilanjutkan makan nasi atau makanan lainnya.

Baca juga  Bupati Taput Diskusi Percepatan Pembangunan Kabupaten Taput dengan Dirut Bank Sumut

Tentu, hal ini menjadi penting dan magnet yang menarik bagi pasar apalagi wilayah pulau Jawa.

Sementara itu, sejak dikenal Kolang Kaling, pertama diolah dengan peralatan sederhana dan sangat tradisional, namun seiring berkembangnya kemampuan pasar yang menjanjikan, sejumlah warga mulai melakukan inovasi sehingga mempermudah proses produksi dengan menggunakan rakitan mesin.

Warga pun berharap pemerintah setempat dapat melirik usaha ini berjalan tidak sekedar musiman, namun bisa berkelanjutan hingga ke pengalengan, sehingga menjadi produk unggulan daerah yang bisa saja di patenkan dan mendapat bantuan pembinaan dari pemerintah. (Tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan