Mersi Siagian bersama Tiga Anaknya Akhirnya Ditemukan, Setelah 10 Hari Tertimbun Longsor

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (9/1) sore lalu di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban Mersi Siagian.

Selain harta benda yang melayang bahkan nyawa pun terenggut dalam peristiwa naas itu.

Seorang ibu dan tiga anaknya pun menjadi korban dalam peristiwa itu. Mersi Siagian (39) perantau asal Porsea, Sumatera Utara dan tiga anaknya yakni Cincin Rosari Arga Pasaribu(13), Daniel Alvaro Pasaribu (6) setra Boston Fanuel Pasaribu(1) tertimbun reruntuhan longsor yang menerjang tempat tinggal mereka.

Pasca kejadian, ramai yang datang mencari tahu keberadaan dan nasib masing-masing keluarga maupun kerabatnya. Pemerintah  menurunkan tim gabungan dalam menangani peristiwa itu.

Di awal hari pencarian, data orang hilang mulai terkumpul dari masing-masing keluarga yang melaporkan kehilangan kerabat maupun anggota keluarganya. Pun harapan akan ditemukannya keluarga dalam keadaan selamat (hidup) masih ada. Tak kurang dari 900 orang personil Tim SAR gabungan dikerahkan dengan mengggunakan berbagai alat dan metode evakuasi.

Beberapa korban mulai ditemukan dan diidentifikasi, masing- masing menunggu dengan doa dan harapan agar kerabatnya ditemukan dari reruntuhan tanah yang mengubur raga para korban.

Tak terkecuali Betty Melati Siagian, warga Bandung itu datang ke lokasi untuk mencari keberadaan adiknya Mersi Siagian serta tiga bocah keponakannya. Mereka dengan setia menunggu dan terus memanjatkan doa kepada Tuhan yang kuasa agar jasad saudaranya itu ditemukan. Mersi Siagian, ada tujuh bersaudara, 2 laki -laki dan 7 perempuan.

Hari terus berganti, namun hingga hari ke-7 pencarian, Jumat (15/1) jenazah Mersi dan anak-anaknya tak kunjung ditemukan. Tim SAR  mencatat, sebanyak 15 korban longsor yang belum ditemukan, termasuk Mersi dan tiga anaknya. Jika pencarian dihentikan pada hari itu, maka hampir tak ada lagi harapan jenazah ibu dan anak itu ditemukan.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah dalam keterangan persnya Jumat (15/1/2021) menyampaikan pencarian akan terus diupayakan walau dengan banyak kendala yang ditemui, seperti cuaca yang tidak menentu, tebalnya material longsor serta potensi longsor susulan yang masih tinggi.

Baca juga  Pengamat lingkungan Taput, komentari tudingan masyarakat dalam aksi di kantor Bupati

Ia menyatakan, bagaimanapun juga keselamatan tim menjadi yang paling utama. Namun, pihaknya akan terus memberikan yang terbaik.

Seperti diketahui sebelumnya, longsor terjadi di Desa Cihanjuang pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 16.45 WIB dan longsor susulan sekitar pukul 19.30 WIB.   Di mana pada longsor kedua, korban tertimbun lebih banyak, karena pada saat itu banyak warga dan tim SAR gabungan yang sedang melakukan evakuasi serta pendataan terhadap jumlah korban pada longsor pertama.

“Mengingat masih banyaknya korban dan banyaknya permintaan dari keluarga korban, masa pencarian orang yang dilaporkan hilang diperpanjang hingga tiga hari ke depan,” ujarnya.

Keputusan Tim Gabungan untuk memperpanjang masa pencarian pun membuka harapan bagi kerabat dan keluarga korban bencana yang  belum mengetahui  keberadaan korban.  Harapan untuk menemukan jasad para korban pun masih ada.

Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan menggunakan 4 unit ekskavator dan 7 unit alkon. Hingga Jumat (15/1) malam dua unit ekskavator masih bekerja di lokasi longsor untuk memindahkan material longsor.

Pada opearsi itu, SAR yang terlibat yakni Basarnas Bandung, PUPR, BPBD Provinsi Jabar & Sumedang, TNI/Polri, Tim DVI Polda Jabar, PMI Prov Jabar, Dinkes Sumedang, Potensi SAR Jawa Barat dan Potensi SAR Jawa Tengah, dengan total kekuatan Personil Unsur SAR yang terdaftar di posko sejumlah 286 personel.

Selama proses dan menunggu hasil pencarian terhadap korban masih berlangsung, Newscorner.id intens berkomuikasi dengan Betty Melati Siagian, kakak ke-empat Mersi Siagian.  Hingga hari ke-tiga perpanjangan masa pencarian, Senin (18/1).

Hari ke -10 pencarian, akhirnya satu persatu jenazah ibu dan anak itu ditemukan Tim SAR gabungan. Setelah jenazah anak Mersi ditemukan dan diidentifikasi, kemudian dimakamkan dengan prosesi pemakaman kristiani pada Senin (18/1) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Lalu disusul dengan proses evakuasi, identifikasi hingga pemakaman Mersi Siagian yang disaksikan dan diikuti sejumlah kerabat keluarga.

Pada Selasa (19/1) dini hari sekitar pukul 00.50 WIB, Melati Siagian menyampaikan kepada Newscorner.id bahwa seluruh rangkaian prosesi pemakaman telah selesai dilaksanakan dan berkjalan baik.

“Makasih ito atas dukungan doanya selama ini, pemakaman adik saya dan ketiga anaknya sudah selesai dan berjalan dengan lancar,” tulisnya lewat pesan Whatsapp.

Baca juga  Minta Barca Berbenah, Messi : Kami Harus Kritik Diri Sendiri

Atas nama keluarga, Betti Melati Siagian menyampaikan terimakasih atas bantuan dan dukunganTim SAR, Pemuda Batak Bersatu dan semua pihak yang telah menguatkan mereka menghadapi musibah itu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas terutama team Basarnas, TNI, Polri, Pemuda Batak Bersatu, dan seluruh relawan yang sudah bekerja keras untuk melakukan pencarian semua korban, terutama untuk adikku Mersi Siagian, keponakan ku Cincin Rosari Arga Pasaribu, Daniel Alvaro Pasaribu dan Boston Fanuel Pasaribu.
Kami tidak dapat membalas kebaikan semua yang membantu biarlah Tuhan yang selalu memberi kesehatan, dan membalas kebaikan mereka…selama di posko kami juga sangat terbantu, dan mendapat kan layanan yang bagus dari semua petugas…terimakasih untuk semuanya…Tuhan Yesus memberkati kita..Untuk semua team relawan jangan berhenti menolong, saya bangga pada kalian,” sampainya.

Operasi SAR pencarian korban bencana longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/1) malam pun resmi dinyatakan ditutup. Operasi dihentikan setelah semua korban yang sebelumnya tertimbun tanah longsor ditemukan dan telah dievakuasi.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah kepada wartawan mengatakan, pencarian itu dinyatakan ditutup setelah satu orang korban dalam pencarian yang tersisa ditemukan pada pukul 21.13 WIB. Dengan demikian, sebanyak 40 warga yang menjadi korban tertimbun longsor telah ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR.

“Keberhasilan ini berkat kerja sama yang baik antara unsur yang ada di lapangan, sehingga semua korban yang menjadi korban bencana longsor ini berhasil dievakuasi di hari kesepuluh ini,” kata Deden di Posko Koordinasi SAR Gabungan di Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Deden menjelaskan, pada operasi pencarian hari kesepuluh ini ada delapan orang yang ditemukan.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo mengatakan pada tiga hari terakhir ini cuaca di kawasan itu memang cukup mendukung proses pencarian. Selain itu, sejauh ini seluruh korban meninggal dunia yang berjumlah 40 orang itu berhasil teridentifikasi identitasnya oleh tim dokter dari kepolisian. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan