Lagi-Lagi, Gempa Guncang Bali Berkekuatan 5.0 Magnitude, Ada Ancaman Nyata Sunda Megatrust

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com Gempa bumi kembali berguncang hari ini, Selasa (13/8/2019) di wilayah Jembrana Bali, sekira pukul 20.40 WIB.

Dilansir dari situs resmi BMKG, gempa berkekuatan 5.0 Magnitude, ternyata tidak berpotensi tsunami. Namun demikian BMKG tetap mengimbau masyarakat harus tetap waspada.

Dari uraian gempa belakangan ini, yang terjadi di wilayah Bali adalah sebuah gempa yang sulit diprediksi. Berlokasi di 9.67 LS – 114.02 BT.

Dengan kedalaman 10 Km, berjarak 160 Km Barat Daya  Jembrana-Bali.

Sehubungan dengan rangkaian gempa, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono angkat bicara.

Ia menilai, masyarakat harus tau, apa itu ancaman potensi gempa, sehingga bisa waspada.

Ia mengatakan Sunda Megatrust
merupakan ancaman nyata.

“Ancaman Megatrust adalah ancaman ril,” tegas Rahmat di kantor BMKG, Jakarta, Sabtu (3/8) lalu, dilansir dari JPNN.

Baca juga  Sidang Bonaran, Dua Saksi Dihadirkan. Teka-teki Kesaksian Direktur PT WIS Terjawab

Rahmat menjelaskan Megatrust merupakan sebuah ancaman nyata di sepanjang pantai barat Sumatera. Menurut dia, dari garis pantai Sumatera mungkin jaraknya sekitar 200-250 kilometer, dan berada di laut lepas.

“Sementara di selatan Jawa jaraknya sama, terus ke Bali, Nusa Tenggara Timur, sisi utara Papua dan itu ada juga dari sumber tumbukan dari Pasifik ya, kalau tadi saya sebut di awal Iempeng Eurasia-Indo Australia,” papar Rahmat.

Jadi, dia menegaskan, Megatrust merupakan ancaman nyata yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Bahkan, kalau kekuatannya besar bisa menimbulkan gelombang tsunami.

ADVERTISEMENT

“Kalau itu kekuatan besar dengan sumber gempa dangkal, tentu itu bisa sangat memungkinkan menimbulkan tsunami,” katanya.

Rahmat meminta masyarakat  di sepanjang jalur pertemuan lempeng tektonik untuk selalu siaga karena itu sebuah ancaman ril. Terlebih lagi, kata dia, sampai hari ini belum ada teknologi apa pun yang mampu memprediksi kapan gempa bumi akan terjadi.

Baca juga  Karyawan Rumah Makan Ditangkap Polisi, Sempat Beli Jam Tangan dan Kalung Emas

Karena itu, dia berharap masyarakat arif bijaksana memahami bencana di daerah masing-masing, termasuk jalur-jalur evakuasi, dan yang harus dilakukan saat bencana datang.
Bilamana ada warning tsunami paham jalur mana yang harus dilalui, area mana untuk tempat evakuasi harus dipahami,” jelasnya.

Selain itu, Rahmat menuturkan, peran pemerintah daerah juga harus bisa membuat jalur petunjuk arah evakuasi.

Sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan gempa terus digiatkan. Dia mengatakan lewat program BMKG Go To School, pihaknya datang ke sekolah-sekolah khususnya di daerah rawan gempa dan tsunami untuk mengedukasi masyarakat dan anak didik.

“Kami berikan pemahaman tentang ancaman gempa dan tsunami, dan mitigasi apa yang harus dilakukan sebleum, sesaat dan sesudah gempa terjadi,” jelasnya.  (BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan