Kakek 64 Tahun Mengaku Dianiaya Tetangganya di Sibolga, Hingga 2 Giginya Copot

  • Whatsapp
Korban Penganiayaan Oleh Sekelompok Keluarga, Germon Lumban Gaol (64)

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Seorang kakek bernama Germon Lumban Gaol (64), warga Jalan Rajawali, Lorong III, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, mengalami penganiayaan hingga mengakibatkan luka memar dan muka mengeluarkan darah.

Peristiwa terjadi pada Kamis, (18/6) sekira jam 17.00 WIB.

Kepada wartawan, Selasa (23/6), Germon menceritakan, penganiayaan terhadap dirinya dilakukan oleh sekelompok keluarga yang tak lain tetangganya sendiri.

Ia mengaku, bermula dari cucunya yang berinisial M berusia 3 tahun, sedang bermain-main diteras rumahnya.

Kemudian, anak tetangganya berinisial JH (kelas 4 SD) tiba-tiba datang. Tanpa tahu apa sebabnya, langsung mengucapkan kalimat yang tidak pantas (menyebut nama hewan) terhadap cucunya tersebut.

“Saat itu saya sedang tidur. Terus cucu saya ini menggedor-gedor pintu dan membangunkan saya, opung, opung, opung, tengoklah abang-abang itu, dibilangnya saya anak (sensor), jadi saya jawab, bobok opung, nantilah itu, terus cucu saya bilang, tidak opung, sekarang nya, lihatlah abang-abang itu, dibilang kan nya saya anak (sensor), terus bangun lah saya, dan saya lihat di depan rumah itu, terus saya tanya anak itu (si J), kenapa kau gak sopan, masa kau bilang sama anak kecil kalimat (sensor), malah anak tersebut menjawab dan mengatakan saya pun ikut (sensor),” terangnya.

Baca juga  14 tangkahan ikan disemprot cairan disinfektan di Sibolga

Mendengar hal itu, Germon kemudian membuka gerbang pintu, dan mendekati J di depan rumahnya serta berusaha untuk mengingatkan dan menasehati J. Akan tetapi, nenek dari J (Boru Situmeang) terus datang dan mengata-ngatai Germon.

“Terus dibilangnya sama ku, kau pun, kau rupanya apa, wartawan (sensor), wartawan (sensor), kau bentak-bentak cucu ku, mau apa kau, mau laporkan, gak takut aku sama wartawan mu itu, pergi laporkan,” ungkapnya.

Tak sampai di situ, nenek J yang merasa kurang senang, tiba-tiba langsung memukulinya berulang kali, namun berusaha ditangkis Germon.

Kemudian berselang beberapa detik, anak dan menantu dari nenek J bermunculan yakni RH, RsH, serta menantunya (nenek si J). Dan terjadilah cek-cok mulut diantara mereka.

“Seperti sudah direncanakan untuk mencari permasalahan. Jadi entah bagaimana saya pun tidak mengerti, mereka semua langsung main tangan ke saya, terus saya berusaha membela diri, karena kalau tidak, saat itu juga mungkin saya mati konyol di situ, karena 5 orang mengeroyok saya,” kisahnya.

“Yang memukul saya pertama bertubi-tubi, itu opung Wanda Boru Situmeang (nenek J), habis itu, RH, memukul bagian kepala dan kedua mata saya ini (sambil menunjuk), terus RsH (masih lajang), kerja di Satpol-PP Sibolga, itu memukul bagian mulut saya, sampai-sampai dua buah gigi saya ini copot (sambil membuka mulut dan menunjukkan kedua giginya yang telah copot tersebut).

Baca juga  Presiden Jokowi Reshuffle Menterinya, Ini 6 Pembantunya yang Baru

Kemudian Mamanya si J, menjambak saya dari belakang, entah dia yang menyayat punggungku, sama luka seperti bekas sayatan di tangan kananku,” sambungnya.

Germon juga menambahkan, datang lagi anaknya yang bernama Anto (masih lajang), dengan membawa batu dan menghentakkan batu tersebut ke dada dan ke tangan Germon.

Akibat kejadian tersebut, Germon mengaku tidak sadarkan diri.

“Jadi ketika saya dibawa menggunakan becak ke Polres Sibolga, itu dalam keadaan berdarah-darah. Sampai di Polres, petugas Polisi yang sedang piket, terus tanggap dan langsung membawa saya ke rumah sakit terlebih dahulu, di visum. Habis itu, Polisi tersebut pun membawa saya ke Polsek Sibolga Selatan, dan mengatakan bahwa di sini nya pengaduannya,” ucapnya.

Germon mengaku, kejadian tersebut meninggalkan trauma bagi dirinya. Pasalnya para pelaku masih berkeliaran di lokasi tempat ia tinggal.

Sehingga, ia berharap, agar Polisi segera menangkap para pelaku penganiaya dirinya, dan memproses sesuai hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia.

“Laporannya sudah ada di Polsek Sibolga Selatan dan barang bukti (Batu) sudah di kantor Polisi itu sekarang,” imbuhnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan