Breaking News : Warga Gempar, Temukan Bayi dalam Kardus di Siborongborong

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com,Taput – Sosok bayi di dalam kardus, seketika menggemparkan masyarakat Siborong-borong, Kab. Tapanuli Utara (Taput), Sumut, Kamis (5/3).

Penemuan bayi jenis kelamin laki-laki itu sekitar pukul 20.15 WIB. Tepatnya di desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong.

Penemuan bayi pertama tersebut di samping rumah warga bernama Marsaulina Nababan (52 ), warga Sitio tio, Simpang Hutabagasan, Desa Paniaran, Taput.

Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas, Aiptu W. Baringbing, juga membenarkan peristiwa penemuan bayi tersebut.

Kepada wartawan Baringbing menjelaskan, bahwa bayi jenis kelamin laki- laki tersebut diletakkan di samping rumah sebelah kanan MN.

“MN nengetahui kalau ada seorang bayi di letakkan di samping rumahnya, saat ianya keluar rumah hendak membuang sampah ke belakang.” Jelas Humas Polres Taput itu.

Masih lanjutnya, saat pemilik rumah jalan kebelakang rumahnya, dia terkejut melihat ada seorang bayi yang terletak di samping rumahnya.

Bayi tersebut  bergerak-gerak sambil menangis yang dibungkus dengan kain gendongan dengan rapi.

Baca juga  Sebanyak 46 Anak-anak Selamat, Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Makan Bakso

Melihat hal tersebut, pemilik rumah terkejut dan memberitahukuan ke tetangga yang lain.

Setelah warga berdatangan, lalu memberitahukuan ke Polsek Siborongborong.

Tidak berselang lama, anggota Sat Reskrim Polsek Siborongborong yang di pimpin Iptu H. Hutagalung tiba di tempat kejadian.

Di TKP, polisi menenemukan  bayi tersebut dengan keadaan sehat dan berjenis kelamin laki-laki.

Untuk menyelamat kan bayi tersebut polisi segera membawa ke puskesmas Paniaran untuk perawatan.

Selain itu, di TKP, polisi juga menemukan sepucuk surat yang di tulis di selember kertas, diduga dibuat oleh orang tua sang bayi.

Berikut bunyi tulisan tersebut :

Bapak/ibu yang menemukan bayi ini, saya minta tolong, tolong rawat bayi saya. Saya tidak bisa mengasuhnya, karena saya hidup sebatang kara. Saya hanyalah seorang korban perkosaan orang jahat yang tak mau bertanggung jawab atas perlakuan nya dan juga saya tidak kenal sama dia. 

Saya tidak mampu mengasuh bayi ini, karena saya tidak kerja apa-apa. Selain meminta-minta, saya juga ga punya tempat tinggal. Saya mau masukkan bayi ini ke panti asuhan tapi tidak di terima karena saya tidak punya data diri.

Saya tidak punya KTP, tak punya kartu keluarga juga. 

Sekali lagi tolong asuh anak saya ini karena saya benar-banar tidak mampu. Saya sayang sama bayi ini saya tidak mau membuat dia hidup menderita dengan saya. 

Sekarang dia lagi sakit lihat kepalanya.

Bayi ini lahir tanggal 27/12/2019

Nama nya Maildan azka
Agamanya Islam” 

Saat ini, bayi tersebut masih di rawat di Puskesmas Paniaran.

Baca juga  Cek Perhiasan Anda, Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 18 Mei 2020

Terkait hal itu, pihak Polsek mengaku sudah berkordinasi dengan Dinas Sosial Pemkab Taput, untuk perawatan bayi tersebut.

“Sedangkan orang tua anak tersebut, masih penyelidikan kita. Dan dari isi tulisan ini, ada dugaan, memang orang tuanya tidak sanggup untuk mengurus anaknya, karena mungkin faktor kesulitan ekonomi.” ujar Baringbing mengakhiri. (F/BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan