Sempat Melemah Nilai Tukar Rupiah  Terhadap Dolar AS Kembali Unggul, Hari Ini, 15 Juni 2020

  • Whatsapp

Berita Tapanuli – Pada Jumat (12/6/2020) pergerakan nilai tukar rupiah lanjut berakhir melemah 113 poin atau 0,81 persen ke level Rp14.133 per dolar AS, setelah bergerak fluktuatif di kisaran level 14.060 – 14.213. Mata uang rupiah berpotensi mengalami penguatan di tengah pelemahan dolar AS.

Namun, pada perdagangan Senin (15/6/2020) pukul 8.58 WIB, indeks dolar AS terkoreksi 0,16 persen ke posisi 97,168.

Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan rupiah hari ini ke kisaran Rp14.000 per dolar AS dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah menegaskan pelemahan rupiah seharusnya hanya sementara karena pengaruh risk off atau sentimen global dari jatuhnya pasar saham AS, yang dipicu oleh gelombang kedua atau second wave wabah virus di Negeri Paman Sam yang telah menembus angka 2 juta orang terinfeksi.

Dalam laporan Perkembangan Indikator Stabilitas Rupiah yang dirilis Jumat (12/6/2020), bank sentral mencatat rupiah melemah ke level Rp14.189 per dolar AS hingga Jumat dari posisi Rp13.850. Pelemahan rupiah makin dalam setelah hari ini ditutup terkoreksi 159 poin atau 1,21 persen dari posisi Rp13.950 pada Kamis (11/6/2020).

Baca juga  Wakil Walikota Sibolga : Terkait Kwitansi, "Ecek-Ecek" nya Itu

Sementara itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun pada Kamis (11/6) menguat ke level 7,16 persen, dan cenderung stabil di level 7,30 persen pada Jumat.

Adapun, BI mencatat indeks dolar Amerika Serikat, yang merupakan indikator pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama melemah ke level 96,73. Adapun yield obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun ke level 0,669 persen.

Indikator lain seperti premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia bertenor 5 tahun naik ke 131,96 basis poin (bps) pada Kamis dari posisi 5 Juni sebesar 113,59 bps.

Hingga Kamis, bank sentral mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) hingga Rp8,04 triliun, dengan porsi Rp7,51 triliun di pasar SBN dan Rp531,66 miliar di pasar saham. Dengan ini, net sell investor asing tercatat mencapai Rp136,75 triliun ke kedua pasar sejak awal tahun 2020.

Baca juga  Pria Paruh Baya Ditemukan Istri Tergeletak, Terlihat Masih Megang Lampu, Tau Tau sudah MD

BI juga mencatat inflasi cenderung rendah dan terkendali. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada pekan 8-12 Juni 2020, inflasi Juni 2020 diperkirakan mencapai 0,02 persen (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya. Sejak awal tahun (ytd), inflasi mencapai 0,93 persen, sedangkan inflasi yoy sebesar 1,79 persen.

Penyumbang utama inflasi dalam periode ini berasal dari komoditas daging ayam ras sebesar 0,11 persen (mtm), telur ayam ras 0,03 persen (mtm), bawang merah 0,02 persen (mtm), serta tomat dan kentang masing-masing sebesar 0,01persen (mtm).

Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang deflasi antara lain bawang putih, cabai merah dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar -0,03 persen (mtm); cabai rawit, jeruk dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,02 persen (mtm); serta gula pasir -0,01 persen (mtm).

Langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tetap baik dan berdaya tahan,” ungkap Onny dalam rilis indikator stabilitas rupiah tersebut. (Sumber : Market Bisnis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan