Sejumlah Ternak Babi Mati di Tapteng Dibuang ke Laut

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sarudik – Sejumlah ternak babi, milik warga di Kelurahan Pasir Bidang, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, ditemukan mati.

Temuan itupun, turut dipantau oleh Polisi, bersama petugas kesehatan pemerintah Kab. Tapteng, melalui Puskesmas Kec. Sarudik.

Kapolres AKBP Sukamat melalui Kasubbaghumas, Iptu Rensa Sipahutar, dalam keterangan tertulisnya hari Sabtu (16/11/2019) kepada sejumlah media menjelaskan, penemuan ternak babi yang mati tersebut, ada di Lingkungan VII.

Pihaknya, kemudian menyayangkan para peternak yang membuang bangkai ternak ke laut.

“Sebagian babi yang mati itu dibuang ke laut oleh pemiliknya,” ujar Iptu Rensa.

Baca juga  Diduga di Tarik Ikan, Seorang Nelayan Jatuh ke Laut

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut, petugas dari Puskesmas Sarudik, didampingi Camat serta Kepolisian dan dari Dinas Peternakan turun melakukan pendataan terhadap ternak babi yang mati.

Dari data yang diperoleh sebanyak 4 ekor ditemukan ternak babi mati hari ini. Dan pada Senin (11/11/2019) lalu 1 ekor bangkainya dibuang ke laut, pada Selasa (12/11) ada 2 ekor, bangkainya juga dibuang ke laut,” terang Rensa.

“Kemudian pada, Rabu (13/11) ada juga babi yang mati, bangkainya dibuang ke laut. Menyusul pada, Jumat (15/11) 2 ekor babi juga mati yang bangkainya dibuang ke laut. Kebetulan lokasi rumah pemiliknya berada di atas laut,” jelas Rensa.

Baca juga  Bupati Taput Kembali Raih Penghargaan Indonesia Award 2020 Atas Pemulihan Ekonomi

Selain itu, tambah Rensa, ada juga 1 ekor babi sebelum mati dijual oleh pemiliknya pada, Selasa (12/11).

“Tim yang turun melakukan pendataan ke lokasi mengimbau warga peternak, apabila babi mati agar ditanam dan tidak dibuang ke laut,” ujarnya.

Sambungnya lagi, Dinas Pertanian dan Peternakan Tapteng, Drh Leni yang melakukan penyuntikan vaksin terhadap babi di lokasi.

Sayangnya, belum disampaikan penjelasan lebih lanjut, apakah ternak babi yang mati tersebut akibat serangan virus kolera. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan