Kekerasan pada Jurnalis Kembali Terjadi, Pemred Media Lokal Di Medan Disiram Air Keras Oleh OTK

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini, menimpa salah seorang pimpinan redaksi media lokal.

Ia disebut menjadi korban oleh orang yang tidak dikenal (OTK).

Pria tersebut bernama Persada Bhayangkara Sembiring.

Informasi dihimpun awalnya ia disiram dengan benda cairan mengenai wajah.

Selanjutnya pelaku langsung kabur, hingga ia menghubungi rekannya dengan telepone.

Tak berselang lama rekan korban Bonni Manulang, tiba di lokasi dan melarikan korban ke rumah sakit.

Sementara itu, rekan korban, Bonni Manulang, mengatakan dirinya dihubungi Persada usai peristiwa itu terjadi.

Bonni kemudian membawa Persada untuk berobat ke RS Adam Malik Medan.

“Untuk kondisi korban setelah wajah disiram air keras, tampak sangat parah, di sekitar wajah tersiram air keras, wajah langsung bengkak (tembem) dan menguning, tapi tidak sampai melepuh. Tetapi setelah ditangani tim medis, kondisi fisik sudah semakin baik dan bisa melihat,” ujarnya.

Baca juga  Mengaku Pengangguran, Jurtul KIM Diamankan Polisi dari Warung

Bonni mengatakan, Persada sebelumnya sedang menunggu seseorang di lokasi kejadian.

“Tiba-tiba datang dua orang pria mendekat dengan menggunakan sepeda motor. Tanpa berbicara apa-apa, satu orang pria itu turun dari motornya dan langsung menyiramkan sesuatu ke bagian wajahnya yang belakangan diketahui adalah air keras,” jelas dia.

Mengenai peristiwa itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatra Utara (Sumut) mengecam kekerasan itu.

Baca juga  Diejek, Hingga Mukul, Remaja Ini Ditangkap Kasus Penganiayaan

Ia mengatakan, Persada merupakan pemimpin redaksi (pemred) salah satu media lokal di Medan.

Herman mengatakan peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/7/2021) pukul 22.00 WIB. Pihaknya mendapatkan informasi peristiwa ini terkait pemberitaan tentang perjudian.

“Diduga sering menaikkan berita perjudian, lalu ditelepon, jumpalah di Simpang Selayang. Setelah jumpa, lalu tiba-tiba diduga Pemred Jelajahperkara disiram air keras ke wajahnya,” kata Herman.

Herman mengatakan pihaknya akan membentuk tim untuk mendampingi korban dalam menjalani kasusnya.

Dia juga mengingatkan agar wartawan berhati-hati dalam menjalankan tugas.

“Apapun beritanya, wartawan harus mengutamakan keselamatan daripada jiwa jadi taruhan kawan-kawan saat menjalankan tugas di lapangan,” katanya. (Dtc/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan