Kapal Penumpang  39 Orang, Terombang-ambing di Pulau Mursala Berakhir Selamat

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Sebanyak 39 wisatawan tertahan di sekitar Pulau Mursala, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut).

Setalah sebelumnya dikabarkan terombang-ambing akibat mati mesin dan telah berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim Sar, Minggu (21/6/2020).

Wisatawan asal Kota Sibolga itu dievakuasi dengan selamat oleh Tim SAR dengan menggunakan Kapal KN SAR Nakula ke Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga di Pondokbatu, Kecamatan Sarudik, Tapteng.

Kapten Kapal KN SAR Nakula, A Telaumbanua di Dermaga PPN Sibolga Pondokbatu Sarudik kepada wartawan menjelaskan, kapal nelayan pembawa sebanyak 39 wisatawan itu berjenis pukat cincin.

Sebelumnya, berencana berangkat dari tangkahan Sibolga untuk berwisata ke Pulau Kalimantung. Namun di perjalanan, tepat di Pulau Mursala, mesin kapal tiba-tiba mati.

Baca juga  Seorang PNS Dikabarkan Hilang, Berikut Ciri-Cirinya

“Seluruhnya yang kita evakuasi sebanyak 39 orang. Semuanya penumpang kapal tersebut selamat,” kata Telaumbanua didampingi Korpos SAR Sibolga, Hari Susanto.

Salah satu penumpang kapal, Abdi Tanjung menceritakan bagaimana kapal nelayan yang mereka tumpangi itu mengalami mati mesin.

“Awalnya kami mau menuju Kalimantung bersama kawan-kawan berwisata. Baru perjalanan sekitar satu setengah jam, tiba-tiba mesin kapal mati,” kata Abdi.

“Saat itu, sebagian anak-anak dan perempuan kami evakuasi ke pulau putri dengan meminta tolong kepada nelayan lainnya yang ada di sana karena melihat cuaca sudah mulai gelap,” jelasnya.

Baca juga  2 Anggota DPRD Sibolga dan Sekwan Disebut Terkonfirmasi Covid-19

Dia mengatakan, sempat meminta pertolongan kepada pemilik kapal yang ada di Kota Sibolga. Namun kapal yang datang tak mampu mendekati kapal yang diketahui bernama KM Doa Poma akibat cuaca buruk.

“Gelombang besar, sebagian perempuan yang tinggal di kapal yang kami tumpangi udah mulai panik,” jelasnya

Saat itu, lanjut Abdi, ketinggian gelombang mencapai sekitar 3 hingga 4 meter. “Sekitar tiga jam lah kami terombang ambing,” ujarnya.

Para wisatawan terdiri dari orangtua, perempuan, laki-laki, remaja serta ada juga beberapa orang anak-anak, akhirnya berhasil selamat. (R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan