Bupati ucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang membantu korban Banjir

  • Whatsapp

BeritaTapanuli com, Barus (Tapteng) –Kehadiran sejumlah pihak, dalam meringankan beban korban baik kebakaran dan banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mendapat apresiasi dari Bupati Tapanuli Tengah.

Termasuk Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si memberikan bantuan yang diserahkan oleh Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, S.H, S.I.K, MH berupa beras sebanyak 500 sak yang masing-masing ukuran 5 kg, minyak goreng 500 buah, dan mie instan 500 kotak pasca terjadinya bencana alam banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Selain itu, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah juga memberikan bantuan berupa beras 500 kg, 100 kg minyak goreng, mie instan 200 kotak yang diserahkan oleh Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex.

Selanjutnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memberikan bantuan Dana Operasional Posko Penanggulangan Bencana Alam di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sebesar Rp. 250 juta. BNPB Pusat diwakili Kepala Seksi (Kasi) Pemantauan Pelaporan dan Evaluasi Pemulihan Prasarana Vital BNPB Giri Trigondo yang juga selaku Ketua Tim Pendampingan bersama Anggota DPR RI Hj. Delmeria Sikumbang yang menyerahkan bantuan secara simbolik kepada Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani diwakili Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul di Posko Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir Dan Tanah Longsor Tapteng di Kelurahan Padang Masiang Kecamatan Barus, Tapteng, Jumat (31/01/2020).

Selain pemberian bantuan operasional dari BNPB, Anggota DPR RI Hj. Delmeria Sikumbang juga memberikan bantuan pribadi 5 ton beras dan Wali Kota Sibolga Drs. H. M. Syarfi Hutauruk, MM memberikan bantuan Pemerintah Kota Sibolga berupa 5 ton beras atas bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah tempat di Tapteng.

Baca juga  Kematiannya Dinilai Janggal, Jasad Mangatas Gultom Hari Ini Diotopsi

Selain apresiasi yang tinggi, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang memberikan bantuan baik materi dan tenaga.

“Saya sudah 3 hari disini, kami yakinkan, kami tidak akan meninggalkan kepentingan masyarakat. Saya sudah perintahkan kepada instansi terkait sampai tuntas harus diurus. Kami minta bantuan dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pusat.” Ujarnya.

“Hari ini, kita kedatangan BNPB Pusat. Harapan kita untuk bangkit dan kembali makin kuat paska bencana alam banjir dan longsor. Kemarin kita kedatangan Gubernur Sumatera Utara. Kami telah mengusulkan bantuan dari Gubernur mudah-mudahan turun. Hari ini BNPB Pusat memberikan bantuan Rp. 250 juta untuk operasional penanggulangan bencana alam banjir dan longsor di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Barus, Andam Dewi, dan Pasaribu Tobing,” lanjut Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Tadi, kami juga menerima bantuan pribadi dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani. Saya akan galang dana bantuan para perantau Barus yang berada di luar kota. Saya yakinkan bahwa musibah ini musibah kita bersama,” tuturnya.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam memberikan bantuan maupun penanganan pasca terjadinya bencana alam banjir dan longsor di sejumlah tempat di Tapteng.

Baca juga  Seorang Pemuda Ditemukan Mengambang di Sungai Awalnya Pamit Mancing

“Saya yakin kunjungan Gubernur Sumatera Utara bukan hanya sekedar kunjungan, akan ada bantuan yang akan datang mudah-mudahan Gubernur mengucurkan bantuan dari Provinsi. Kami juga mengharapkan bantuan pribadi Gubernur maupun Provinsi Sumatera Utara. Saya harap kita sama-sama dapat mengusulkan bantuan ke Pusat,” harapnya.

Selanjutnya, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan dirinya yakin dan percaya bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan Pusat menyelesaikan masalah ini bersama-sama.

“Kami lihat niat baik Provinsi dan Pusat, dan kami yakin solusi akan dapat. Kita harap solidaritas ini akan terbagun. Tidak ada penebangan ilegal loging atas bencana alam banjir dan longsor yang terjadi. Kabupaten Tapanuli Tengah ini menerima banjir kiriman. Saya lahir dan dibesarkan disini dan ini banjir terbesar yang telah saya alami,” jelasnya.

“Setiap ada musibah pasti ada hikmah. Sehabis gelap pasti ada terang. Kami dari kabupaten beserta provinsi dan pusat akan menganalisis dan menyimpulkan terkait persoalan bencana ini hingga bisa terjadi dan upaya penanggulangannya. Kami berharap usulan yang telah disampaikan untuk pembangunan tembok penahan banjir di sisi kiri dan kanan Sungai Aek Sirahar sepanjang lebih kurang 2 km supaya dibangun permanen. Dalam hal ini sudah saya usulkan ke Kementerian PU PR. Kalaupun ini musibah, setelah musibah kita harus bangkit dan mencari solusi agar masyarakat tidak terkena banjir lagi,” kata Bakhtiar Ahmad Sibarani. (R/BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan