Awalnya Mimpi, Warga Ini Justru Temukan Sejumlah Benda Kuno

  • Whatsapp
dok.istimewa, lubang dirumah Abdul Ghani

Bondowoso – Penemuan sejumlah benda kuno menghebohkan warga Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Dari informasi dihimpun melalui media Jatim, dijelaskan, penemuan benda kuno tersebut awalnya dari mimpi aneh yang dialami warga bernama Abdul Ghani.

Dijelaskan, keluarga Abdul Ghani awalnya kesulitan mendapatkan air bersih, sampai-sampai terbawa dalam mimpi.

Mimpi aneh pun dialami warga itu, hingga menuntun warga Bondowoso ini untuk menggali sumur di samping rumahnya.

Selanjutnya, warga tersebut nekad menggali sumur di samping rumahnya. Tak terduga, saat menggali sumur Abdul Ghani justru menemukan sejumlah benda kuno.

Ada beberapa lapisan di dalam sumur yang ia gali tersebut, Abdul Ghani Warga Desa Alas Sumur, Pujer, Bondowoso itu, hingga menemukan benda kuno tersebut berupa Batu bata merah dengan corak garis melengkung dan lurus, fragmen porselen (keramik) bermacam warna, adapula kerangka tulang.

Dijelaskan warga itu, saat menggali tanah dengan linggis dan pacul kecil berdiameter sekitar 40 cm, hingga kedalaman 5 meter tepatnya di samping kanan rumah, tepatnya hari Rabu (16/9).

Abdul menyebutkan, benda kuno itu tak ditemukan di satu titik saja. Sebab, posisi benda kuno itu berada pada sebuah lapisan tanah.

Lapisan, pertama, Abdul menemukan kerangka tulang yang sudah tak utuh.Pada saat itu, posisi kerangka tulang tak tertimbun di dalam tanah.

Baca juga  Dampak Covid19, Dua Hotel di Sibolga Tutup, 83 Karyawan Dirumahkan

Kerangka tulang tersebut tercecer pada sebuah lobang besar. Dan di bibir lobang, terdapat mangkok bercorak titik-titik putih menyerupai awan di cekungannya.

Selain itu, Di dalam mangkok berisi air dan bunga. Bentuk mangkok masih utuh.

“Lobangnya besar di sebelah barat dinding sumur. Orang dewasa bisa masuk ke lobang tersebut dengan cara merangkak. Saya tak berani masuk, hanya melihat dari bibir lobang itu,” terangnya.

Kendati, bulu kuduknya berdiri karena menemukan kerangka tulang di lobang misterius, dirinya tetap menggali.

Tak dalam dia menggali, dirinya mendapati pecahan atau fragmen porselen. Fragmen porselen ditemukan di lubang yang lebih kecil.

“Jadi, ada dua lubang di sana. Tapi lebih kecil dari lubang yang ke dua,” paparnya.

Tak berhenti di situ, Abdul tetap melanjutkan penggalian. Abdul menggali tak terlalu dalam, pada lapisan ke empat ini, ia menemukan struktur batu bata merah.

Batu bata merah tersebut posisinya tertimbun di bawah pasir yang menurutnya aneh, karena berwana hitam dan halus.

Abdul memperkirakan lapisan pasir hitam yang menimbun batu bata merah ketebalannya sekitar 2 cm.

“Sebagian batu bata saya angkat ke atas. Ada yang masih utuh, ada yang retak karena terkena pacul,” pungkasnya.

Baca juga  Sertijab Digelar, Ini Kalapas IIA Sibolga yang Baru

Sempat mimpi misterius

Sebelum Abdul Ghani Warga Desa Alas Sumur, Pujer, Bondowoso menggali tanah untuk mencari sumber air, sang istri bermimpi didatangi pria misterius.

Pria misterius itu bilang bila ada sumber air di dalam tanah samping kanan rumahnya.

“Memang saya sudah berencana menggali sumur. Saya menggali Senin (31/8).

Tetapi Minggu malam (30/8), istri saya diberi tahu oleh sesosok pria dalam mimpi lokasi sumber air berada di samping kanan rumah.

Saya pun menggali di lokasi sesuai mimpi istri,” katanya, Rabu (16/9).

Padahal, penggalian tanah tepat di samping rumah sangat berisiko.

Apabila tanah digali sangat dalam, tanah bisa lapuk dan merobohkan rumah Abdul. Ia pun diperingatkan oleh kepala desa. Namun, Abdul tetap menggali tanah tersebut.

Tak disangka, dirinya justru mendapati benda-benda kuno antara lain, batu bata merah dengan corak garis melengkung dan lurus, fragmen porselen (keramik) bermacam warna, adapula kerangka tulang.

“Karena istri bermimpi bila ada sumber air tepat di samping rumah, saya menggalinya. Lantas menemukan benda-benda kuno itu,” paparnya.

Usai menemukan benda-benda kuno tersebut, Abdul melaporkannya ke pihak desa. Kemudian, Kepala desa meneruskan laporan Abdul ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso. (Sumber : Tribunmadura).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan