Usai Viral Anggota Paspampres Cekcok dengan 4 Polisi,  Ini Kata Komandan Paspampres

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Viralnya cekcok petugas penyekatan dengan salah satu anggot Paspampres mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan.

Termasuk politisi senayan Habiburokhman turut mengomentari perihal pernyataan salah seorang petugas penyekatan ‘Kamu Paspampres, Memang Kenapa’.

Lantas politisi yang merupakan anggota Komisi III DPR RI itu menyebut, sang oknum yang meontarkan pernyataan tersebut layak mendapat hukuman.

Bahkan ia menyebut, meminta polisi yang terlibat dengan anggot paspampres itu dihukum.

“Terkait insiden petuga PPKM darurat dengan anggota Paspampres, saya perlu ingatkan agar petugas di lapangan jangan arogan.” Terangnya pada wartawan, Kamis (8/7).

Sementara itu, Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto mengatakan adanya kesalah pahaman soal aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal itu menanggapi insiden keributan antara anggota Paspampres dengan petugas kepolisian di Daan Mogot, Jakarta Barat. Mayjen Agus Subiyanto, mengatakan perlu ada sosialisasi lebih terang soal aturan penyekatan PPKM Darurat.

Menurut Mayjen Agus Subiyanto, masih ada beberapa hal yang mengakibatkan masih ada masalah di lapangan. Salah satunya, petugas lapangan belum paham benar aturannya.

“Aturan PPKM darurat belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor esensial, non-esensial, kritikal,” kata Mayjen Agus kepada wartawan, Kamis (8/7/2021), seperti dilansir Kompas.com dalam artikel berjudul Ini Duduk Perkara Keributan Paspampres dengan Petugas PPKM versi Mayjen Agus Subiyanto.

Mayjen Agus mengutip Inmendagri 15/2021 bahwa pekerja di bidang esensial dan kritikal boleh melewati penyekatan PPKM darurat. Adanya petugas yang tak paham berimbas pada miskomunikasi di lapangan.

Apabila aturan tidak dipahami petugas, tambahnya, maka akan terjadi miskomunikasi antara petugas dan warga yang bekerja di sektor yang dibolehkan selama PPKM darurat.

Soal keributan Paspampres dengan petugas PPKM Darurat itu, Mayjen Agus menjelaskan 75 persen anggota Paspampres tinggal di luar asrama.

Baca juga  Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Dihukum Mati

Video kericuhan antara anggota Paspampres dengan petugas PPKM tersebut diposting di Instagram Suryoprabowo2011. Dalam video tersebut terlihat anggota Paspampres Praka Izroi protes dengan perlakuan dari petugas PPKM.

Kericuhan itu terjadi di Jalan Daan Mogot, Kota Jakarta, Kamis (8/7/2021). Kericuhan terjadi diduga karena sikap petugas PPKM yang melarang Praka Izroi melintasi lokasi penyekatan. Sudah dijelaskan pada petugas bahwa ia adalah anggota Paspampres.

Praka Izroi ingin melintasi ke arah satuannya. Kemudian seorang petugas berpakaian bebas memaksanya menunjukan KTA anggota TNI. Tapi Praka Izroi menolak karena petugas tersebut memakai baju bebas dan tidak memakai baju dinas PPKM.

Tapi kericuhan tersebut akhirnya selesai setelah petugas PPKM berseragam lengkap melerai. Suryo Prabowo lalu menuliskan bahwa petugas PPKM harus memakai seragam lengkap dan tidak berlaku kasar.

“SEHARUSNYA Petugas penyekat PPKM itu BERSERAGAM yang benar, dengan identitas nama dan kesatuan yang jelas dan terbaca,” tulis Instagram suryoprabowo2011.

“Bukan menggunakan PAKAIAN PREMAN dan bertingkah laku KASAR kepada siapa pun juga,” tulis mantan Kasum TNI ini

“Ingat, siapa pun yang perjalanannya terganggu itu merasa tidak nyaman, apalagi yang mengganggu perjalanannya itu segerombolan orang berpakaian preman dan arogan,” tulisnya.

Diharapkan petugas Paspampres agar tidak berlaku brutal dan komandan saja yang menyelesaikan masalah ini.

“Saya berharap Prajurit Paspampres lainnya tidak bertindak brutal, biar komandan kalian yang menyelesaikan konflik ini,” tulisnya.

Dipesankan juga agar TNI, Polri dan Satpolpp tidak bertingkah arogan.

“Ingat, Prajurit TNI dan Polri TIDAK BOLEH bertingkah gaya abang jago, apalagi Satpol PP. Kita, Kalian dan Rakyat sedang sama-sama mengalami kehidupan yang sulit.

Baca juga  Danjen Kopassus Berganti, Berikut Profil Mohammad Hasan

“SABAR! Tegakan aturan dengan SANTUN,” tulis Instagram Suryoprabowo2011.

Saat ini semua masyarakat sedang mengalami kesulitan yang berat. Selain itu, untuk meluruskan peristiwa tersebut, pihak petugas PPKM juga mengaku telah menemui Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.

Ia mengaku sudah meminta maaf secara langsung atas apa yang dilakukan oleh anggotanya di lapangan terhadap seorang anggota Paspamres.

“Permasalahan ini sudah selesai, saya juga sudah minta maaf secara langsung kepada Danpaspamres,” ujarnya.

Sementara itu, empat anggota polisi yang bersitegang dengan Praka Izroi sedang dilakukan pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Metro Jaya.

“Empat personel yang terlibat cek-cok dengan Praka Izroi sedang diperiksa oleh Bid Propam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tandas Kapolres Jakarta Barat.

Tangkapan layar video puluhan anggota Paspampres mendatangi Polres Metro Jakbar mencari oknum polisi yang dinilai berbuat arogan kepada Praka Izroi.

Geruduk Polres Metro Jakarta Barat

Buntut dari keributan itu, sekitar 50 anggota Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres menggeruduk Polres Metro Jakarta Barat di Jalan S Parman Nomor 31 Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Puluhan anggota Paspampres yang mendatangi Polres Metro Jakarta Barat itu terekam dalam sebuah video berdurasi 20 detik. Video tersebut viral setelah diunggah ke media sosial Instagram oleh akun @infokomando.

Dalam video tersebut, tampak puluhan orang berpakaian hitam datang pada malam hari dengan menumpang sepeda motor.

Seperti dilansir Kompas.com dalam artikel berjudul Puluhan Paspampres Geruduk Polres Jakbar Cari Oknum Polisi yang Dinilai Arogan pada Praka Izroi, kebanyakan dari mereka terlihat berboncengan.

Dalam keterangan pada unggahan video tersebut, dijelaskan bahwa puluhan anggota Paspampres itu datang mencari oknum polisi yang dinilai telah berbuat arogan kepada anggota Paspampres Praka Izroi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan