TPA Aek Nabobar Timbulkan Aroma Tak Sedap, Pembuangan Sampah Disesalkan Warga

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Warga Lingkungan II Kelurahan Alpras, Selasa (19/1), menyesalkan sikap petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Pasalnya, warga menilai para petugas membuang sampah bukan pada tempat sesungguhnya. Hal ini terlihat dengan banyaknya sampah yang berserakan disepanjang jalan menuju lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aek Nabobar, Kelurahan Alprans, Kecamatan Pinangsori.

Menurut warga aksi suka-suka yang dilakukan petugas pengangkut sampah tersebut, menimbulkan ketidaknyamanan lingkungan apalagi dengan aroma tidak sedap.

Terutama, warga khawatir, dengan pembuangan sampah yang sembarangan dapat menyebarkan bibit-bibit penyakit kepada warga sekitar.

Tidak hanya itu, di samping menimbulkan aroma bau menyengat, saat hujan deras pun sampah tergerus mengalir mengotori pemukiman warga.

“Saat ini, sepanjang pinggiran dan badan jalan sudah dipadati tumpukan sampah. Sementara di TPA yang memiliki luas 4 hektar tersebut, masih banyak tempat yang bisa menampung sampah.” Keluhan warga.

Baca juga  Karate Indonesia, Sementara Sumbang Dua Medali Emas SEA Games 2019

Ditenggarai, modus membuang sampah yang tidak pada tempatnya ini diduga untuk mempercepat proses pekerjaan pembuangan. Kemungkinan, petugas berdalih membongkar sampah ke TPA karena jalannya yang sedikit menanjak.

“Asal buang saja. Disamping menimbulkan aroma menyengat, dan menimbulkan munculnya lalat Hijau pembawa kuman ke rumah para warga sekitar,” ujar Tiermin Sibarani, warga Lingkungan II Kelurahan Alpras, Selasa (19/1).

Ketidak profesionalan petugas lingkungan hidup ini menuai kecaman dari DPC JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) Kecamatan Pinangsori.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Ulah mereka telah menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat. Kita akan menindak lanjuti permasalahan ini,” kata Ketua DPC JPKP Pinangsori, Ranto Marbun.

Dibeberkannya, Disamping enggan untuk membongkar di TPA yang lokasinya menanjak, tidak adanya petugas jaga di simpang lokasi masuk TPA menjadi salah satu pemicu petugas membuang sampah sembarangan. Sampah yang seharusnya di bongkar di TPA yang terletak di atas bukit, dibuang di pinggiran jalan.

Baca juga  Bupati Ini Ditangkap KPK, Ternyata Harta Kekayaannya Segini

“Kita sudah melakukan survei ke lapangan. badan dan bahu jalan ditutupi sampah,” tukasnya.

Menyikapi hal tersebut, Ranto berjanji akan menyurati instansi terkait. Menurutnya, regulasi pembuangan sampah sudah menyalahi aturan. Ia juga berjanji akan mengawal proses pemindahan sampah ketempat yang telah ditentukan.

“Akan kita surati agar petugas membuang sampah pada tempatnya.” pungkasnya.

Terpisah, Camat Pinangsori, Beib Andy Haqiqi Manik SE M.AP, menyebutkan jika keluhan masyarakat Lingkungan II Kelurahan Alpras, telah sampai kepada pihaknya.

Ia mengaku telah menyurati instansi terkait agar sampah-sampah yang berserakan di pinggiran jalan dipindahkan ke TPA.

“Kita sudah menyurati instansi terkait, agar sampah yang bertebaran yang tidak pada tempatnya di buang ke lokasi TPA,” ujar Beib Andy Haqiqi Manik (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan