Tidak Berkoalisi dengan Demokrat, Begini Pernyataan Tegas Plt Ketua PDIP Sumut

  • Whatsapp

Medan – Teka teki mengenai rekomendasi PDIP untuk calon Walikota dan Wakil Walikota di Kota Medan, mulai terkuak.

Dua nama yang selama ini digadang-gadang akan diusung partai banteng moncong putih itu, adalah petahana Akhyar Nasution atau Bobby Nasution.

Terkait desas-desus itu, Ketua DPD PDIP Djarot Saiful Hidayat menjelaskan, partainya tidak berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKS untuk kontestasi pilkada ke depan.

Djarot menjelaskan, pihaknya kerap mendengar dari grass root yang selalu mengkritisi sikap kedua partai tersebut.

Menurut Djarot, akar rumput partai selalu melakukan kritik terhadap PKS dan Demokrat yang dinilai berlawanan dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Aspirasi untuk tidak bekerja sama dengan Partai Demokrat dan PKS juga banyak saya terima. Hal tersebut juga positif. Dengan kebersamaan antara Demokrat dan PKS yang berada di luar pemerintahan, sehat bagi demokrasi,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam mengusung calon kepala daerah termasuk Gibran dan Bobby Nasution, PDIP mengambil keputusan atas dasar pertimbangan ideologis.

Baca juga  Breaking News : Pasangan ABADI Mendaftar ke KPU Sibolga

“Utamanya bagaimana Pancasila dijalankan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Djarot menjelaskan, PDIP selalu mendorong kerjasama politik dengan seluruh partai pengusung pemerintahan Jokowi.

Kerjasama parpol dalam pilkada, kata dia, merupakan embrio kerjasama Pemilu 2024 yang akan datang.

“PDI Perjuangan sendiri memilih terus mengedepankan semangat gotong royong dan siap bekerja sama dengan parpol pendukung Pemerintah,” ujarnya.

Sebagaimana di Solo, kandidat yang diusung PDIP dan koalisinya adalah Gibran-Teguh, sementara PKS dan Demokrat tak ada sebagai pengusung.

Di kota Medan, kedua partai itu memberikan sinyal dukungan kepada petahana yang juga kader PDIP Akhyar Nasution, bertarung dengan Bobby Nasution.

Diketahui, Akhyar Nasution sambangi Kantor Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sumatera Utara, di Jalan Kenanga Raya, Kota Medan, Selasa (14/7/2020).

Kunjungan itu dilakukan Akhyar jelang pengumuman nama-nama calon kepala daerah yang diusung oleh PDI-Perjuangan,

Baca juga  Komisioner KPU Kota Sibolga Gelar Audensi Dengan Kapolres

Akhyar mengatakan, sudah menjalani komunikasi yang lama dengan PKS untuk bersama-sama maju dalam Pilkada Medan.

“Saya datang tidak pada detik-detik terakhir pengumuman 15 nama, komunikasi sudah panjang dan lama,” kata dia, usai rapat dengan pengurus DPW PKS.

Ia mengatakan, sejauh ini dirinya memiliki kesepahaman dengan PKS untuk membenahi kota Medan dalam pilkada Desember mendatang.

“Silaturahmi, terjadi kesepahaman bersama menghadapi kota Medan bersama. Dan kita akan jalan bersama-sama,” katanya

Hingga saat ini, Akhyar tidak mengetahui apakah akan dipasangkan dengan siapa untuk maju pada pilkada Medan.

Sebab, PKS sebelumnya mendeklarasikan Salman Alfarisi untuk maju sebagai calon Wali Kota Medan.

Menurutnya, hal terpenting yang perlu dibangun pada tahap awal adalah kesepahaman. Masalah siapa pasangannya nanti dapat diumumkan.

“Mengenai siapa orangnya nanti itu akan diumumkan, yang penting kesepahaman sudah terbangun,” jelasnya. (Sumber : Tribun Medan.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan