Polisi Tangkap Empat  Satpam Tersangka Pengeroyokan di Unimed

  • Whatsapp

BERITATAPANULI.COM, Medan – Akhirnya Polrestabes Medan berhasil menangkap empat orang tersangka pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya dua nyawa sekaligus di lingkungan Universitas Negeri Medan (Unimed) itu.

Kasubbdit Penerangan Masyarakat Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menerangkan bahwa tersangka berinisial MAP (22), BP (18), MAK (21), dan F (26).

Meski mereka telah diamankan, kasus ini masih terus dikembangkan mencari kemungkinan adanya tersangka lain yang masih terlibat.

“ Besok rencananya Polrestabes Medan mengumumkan informasi terkait empat tersangka,” ujarnya hari Jumat (22/2/2019).

Sementara Kasat Reskrim  AKBP Putu Yudha Prawira saat dikonfirmasi wartawan menyatakan keempat tersangka adalah petugas satpam di Unimed.

Effendi Silalahi (57) dan Romanti Limbong (55) merupakan orang tua korban bernama Joni, kembali menceritakan peristiwa naas tersebut.

Putranya Joni adalah anak ke 2 dari 7 bersaudara. Jasadnya telah dikebumikan di Klambir V Helvetia sekiitar pukul 17.00 WIB, Kamis (21/2/2019).

Joni saat itu di tuduh curanmor karena kebetulan STNK Septornya tidak dibawa saat di tanya satpam tak bisa ditunjukkan.

Baca juga  Tersinggung, Pria Ini Emosi Lalu Bakar Istrinya

“saya kesana bersama anak dan menantu, dan saat disana kami tidak dikasih masuk, dan menantuku melihat tidak juga dikasih dan melapor 30 menit kemudian, baru datang bawa mobil patroli polisi,” terang Efendi.

Masih lanjutnya, setelah polisi datang, baru bisa masuk. Kamipun menunjukkan fotokopy STNK ke Satpam itupun tidak di openin, padahal anak saya sudah tergeletak dilantai bersimbah darah, bahkan dari mulutnya.

Waktu itu, saya pikir sudah mati, karena sudah tidak bergerak, dan kemudian dilarikan kerumah sakit, disana oleh dokter sudah tidak bernyawa lagi.

“usahakan dulu dokter, tolonglah dokter,” pintaku meski ternyata sudah tidak bisa diselamatkan.

Parahnya lagi, sudah digari, ditelanjangi, anak saya ada dipukuli pakai balok lagi. Saya jelas tidak terima dengan tuduhan itu.

Padahal sejujurnya anak kami tidak ada mencuri helm. Bisa saja tidak ada sepeda motor yang hilang saat kejadian, hingga akhirnya direkayasa direkayasa ada kehilangan helm. Sementara mereka saat pergi tidak ada memakai helm.

Baca juga  Begini Penjelasan Polisi Perihal Temuan Mayat Pasca Evakuasi

“jadi info dari polisi pihak kita ada yang tanya, kehilangan helm tahu dari satpam. Seharusnya kalau hilang yang lapor itu bukan satpam.

Selain itu, kalau mereka bersalah, kenapa selaku orang tuanya tidak diperbolehkan masuk untuk menemui anak kami, terangnya menyesalkan perbuatan satpam tersebut.

Terpisah Friska Sari Silaban (26) istri dari korban bernama Joni Fernando Silalahi (30) mengaku sangat terpukul atas peristiwa tersebut. Ia tak pernah membayangkan bagaimana melahirkan anak keduanya tanpa didampingi oleh suami tercinta. Selain itu bayangan hidup sendiri dalam keadaan hamil 5 bulan dengan mengasuh anak yang masih berusia 1 tahun 3 bulan.

Friska yang berhasil di wawancarai mengaku telah menjalani rumah tangga selama 3 tahun dengan suaminya Joni. Dan sekarang harus sendiri untuk memenuhi kebutuhannya beserta kebutuhan anak-anaknya.

“Jujur saya kecewa sekali, sangat kecewa, melihat perlakuan main hakim sendiri terhadap suami saya. Satpam itu seharusnya mengamankan bukan justru ikut mengeroyok bahkan sampai tewas,” ujar Friska. (BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan