Pelaku Penusukan, Diduga Kelompok Teroris JAD, Satu Kelahiran Medan

  • Whatsapp
Ket. Gbr : Brigjen Pol Dedi Prasetyo

BeritaTapanuli.com, Jakarta – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Kepolisian Daerah (Polda) Banten telah mengamankan dua orang pelaku penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) TNI Wiranto.

Peristiwa penusukan itu terjadi sekitar pukul 11.55 WIB di pintu Gerbang Alun-Alun Menes, Desa Purwaraja, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Diduga dua orang pelaku. (Yang) perempuan inisial FB. Laki-laki atas nama SA alias abu RARA kelahiran Medan. Kedua pelaku membawa senjata tajam berbentuk pisau atau semacam gunting yang jelas sudah dipersiapkan,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).

  1. Pelaku diduga terhubung dengan kelompok teroris JAD

Pelaku Penusukan Wiranto Diduga Terhubung dengan Teroris JAD

Polda Banten dengan bantuan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polri, saat ini masih memeriksa dua pelaku. Sebab, mereka juga diduga terpapar paham ISIS dan terhubung dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Baca juga  Waka Polres Taput Berganti, Kapolres Pimpin Sertijab

“Nanti akan didalami apakah pelaku terhubung dengan jaringan JAD Cirebon atau JAD Sumatera. Sementara ini, yang jelas Polri dalam hal ini bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk mengungkap,” katanya.

  1. Pelaku diduga memang memiliki niat menyerang pejabat publik

Karena terpapar paham radikal ISIS, dugaan sementara motif pelaku menyerang Wiranto karena memang ingin menyerang pejabat publik.

“Karena aparat kepolisian dan pejabat publik yang setiap saat melakukan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut,” jelasnya.

Dedi juga memastikan, dalam hal ini, aparat keamanan tidak kecolongan dalam mengamankan pejabat negara. Sebab, pengamanan sudah diterapkan sesuai dengan standard operational procedure (SOP).

Baca juga  Dandim 0210/TU dan Kapolres, Luncurkan 6 Unit Mobil Internet Gratis

“Tidak ada istilah kecolongan. Jadi interaksi pejabat publik dengan masyarakat seperti hal yang sudah terjadi seperti itu, bersalaman, disapa, itu hal biasa,” ungkapnya.

  1. Kapolsek Menes dan Wiranto mengalami luka tusuk

Saat tengah berjabat tangan dengan masyarakat, tiba-tiba orang tak dikenal menusuk Wiranto. Ia pun mengalami luka di tubuh bagian depan atau bagian perut. Bukan hanya Wiranto, Kapolsek Menes yang ada di lokasi juga mengalami luka tusuk.

“Pada saat itu Kapolsek juga tertusuk di bagian belakang. Kapolsek atas nama Kompol Daryanto agau Kapolsek Menes. Saat ini Pak Wiranto dan Kapolsek dalam proses perawatan di RS setempat,” jelas Jenderal bintang satu itu.

Kini, Wiranto sedang diterbangkan menuju Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, untuk menjalani perawatan. (RIl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan