Kisah Anak Pasien Dinyatakan Covid-19,  Yakin Ibunya Faktor Usia

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Setelah ibunya diberangkatkan dengan ambulance menuju RSU Martha Friska, Medan, Rabu (8/7) sore.

Anak bungsu dari pasien Covid-19, bernama Januardi (32), mengisahkan bahwa ibunya tidak yakin karena penyakit wabah covid-19.

Ia pun awalnya tidak ingin orang tuanya dirujuk ke Medan. Namun setelah melihat hasil Swab orangtuanya dan diberi penjelasan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sibolga, dirinya pasrah orangtuanya dirujuk.

Hal itu ia ungkapkan saat diwawancarai wartawan ketika sedang duduk didepan gerbang RS FL Tobing Kota Sibolga, sore itu.

“Tidak yakin aja bang ibu saya terkena Corona, namanya juga penyakit yang tua, berjalan aja ibu saya itu susah bang, namun karena hasilnya ditunjukkan kepada saya bahwa ibu saya positif Covid-19, ya terpaksalah bang, saya ya kan” ujarnya.

Baca juga  Pemuda Tewas Dilindas Truk Trailer di Jalan Medan

Dirinya menambahkan, bahwa ibunya tersebut sudah memiliki riwayat penyakit komplikasi.

Bahkan, sempat makan menggunakan alat bantu selang, jauh sebelum Covid-19 ada.

Dan, dia juga mengatakan bahwa orang tuanya tersebut malas makan dan minum hingga bibirnya pecah-pecah, sehingga dirinya harus terus menggendong ibunya jika ingin berobat.

“Berjalan jarak 3 meter aja nafasnya udah sesak, bahkan pernah saya bawa berobat, naik dan turun dari becak harus saya gendong, begitu juga dari tempat antrian ke ruang pemeriksaan dokter saya harus gendong juga, ibu saya ini malas makan, malas minum bang,” tambahnya.

Januardi mengaku dia sebelumnya ditugaskan oleh abang-abangnya untuk merawat ibunya, mengingat hanya dia dan orang tuanya yang tinggal di Kota Sibolga ini.

Baca juga  Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Mengundurkan Diri dari Posisi Menpora

“Kami ada 8 orang bersaudara bang, abang-abang saya semuanya diluar kota, tapi karena saya yang paling kecil saya lah yang ditugaskan abang-abang saya untuk merawat orang tua saya, mereka bantu kirim belanja aja, apa lagi sekarang wabah Covid-19 ini, mereka g bisa datang untuk melihat Ibu saya,” pungkasnya.

Dirinya juga mengeluhkan dari pihak familinya tidak ada yang datang melihat kondisi yang dialaminya, dan dia berharap agar ibunya cepat sembuh.

“Adanya famili kami disini bang tapi gak ada yang datang untuk melihat ibu saya dirujuk, harapan saya bang semoga ibu saya itu cepat sembuh,” harapnya.

Usai diwawancarai dirinya sempat mengeluhkan nasibnya, kepada siapa dia lagi ingin curhat atas kondisi yang dialaminya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan