Istri Selingkuh dengan Sopir, Hingga Rencanakan Pembunuhan Terungkap

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Jakarta – Jalin hubungan asmara dengan sopir pribadi suami, YL (40) dan BHS (33) akhirnya mendekam di jeruji besi.

Seorang perempuan berinisial YL, bersama selingkuhanya diamankan polisi. Sedangkan selingkuhannya bernama BHS berhasil diamankan pada 16 September 2019 lalu oleh polisi di Bali, lalu menangkap YL di kediamannya

YL  mengenal BHS di Jawa Timur dalam sebuah event tahun 2018 lalu, kemudian berlanjut dengan komunikasi yang baik hingga berujung asamara.

“Pertama kenal di pelatihan di Surabaya. Saya penyelenggara event, istri korban salah satu peserta,” kata BHS saat ditemui di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (2/10/2019), seperti dikutip Tribun Jakarta (grup tribun-timur.com)

Pertengahan tahun ini, BHS diajak ke Jakarta untuk bekerja di bawah komando VT yang merupakan wiraswasta di bidang teknologi informasi.

Baca juga  Buntut Pengusiran Petugas PPS, Lurah di Sibolga Dicopot

Saat itu, BHS yang mendapat tawaran sebagai sopir pribadi suami YL mengaku senang setelah hasrat yang ia inginkan selama ini terpenuhi.

Namun, bak pagar makan tanaman, BHS yang diam diam menaruh asmara terhadap YL berani memanfaatkan kedekatanya kepada sang majikan, hingga melakukan hubungan perzinahan.

Tak kuasa menahan asmara, akhirnya YL berusaha mengalihkan harta suami menjadi miliknya. Bahkan kepada polisi BHS mengaku, bersama YL istri korban sempat berencana ingin menghabisi korban dengan menggunakan sianida.

“saat itu telah dicampur, namun ia (istrinya) tidak tega, lalu gagal,” ujarnya menerangkan.

Parahnya, pelaku justru memanfaatkan istri korban. Saat memesan sianida, ia malah memeras istri korban dengan alasan membeli langsung dari Singapura dengan meminta uang senilai Rp 3000 US$.

Baca juga  Surya Paloh Tiba di Bandara Pinangsori Fl Tobing

Setelah uang tersebut diperoleh, tersangka berangkat ke Singapura dan berfoya-foya disana. Padahal sianida tersebut hanya dibeli di Indonesia dengan pembelian online.

Tidak hanya itu, ia juga meminta uang untuk menyewa pembunuh bayaran, senilai Rp 300 juta. Hal itu, diberikan YL dengan menggadaikan mobil dan emasnya.

Sementara BHS hanya membayar pelaku seharga Rp 100 juta, yakni inisial BK dan HER, yang kini masih buron.

“Sisanya yang Rp 200 juta digunakan oleh BHS untuk berfoya-foya,” ujar Budhi.

Menurut Kapolres, BHS dua kali menipu YL terkait pembiayaan untuk rencana pembunuhan VT.  BHS dan YL dijerat 340 KUHP juncto Pasal 53 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 353 Ayat 2 KUHP. (Sumber : Tribun)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan