Hari DBD Asean, Kadis Kesehatan Tapteng Himbau 3M Plus

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Tapteng – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah kembali menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan terutama kebersihan lingkungan.

Hal itu, tentu akan berdampak pada pencegahan penyekait DBD. Mengingat pada 15 Juli 2019 diperingati sebagai Hari Demam Berdarah Dengue (DBD) ASEAN, yang digagas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 di Hanoi, Vietnam pada 30 Oktober 2010.

Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN melopori Hari DBD ASEAN pada 15 Juni 2011 melalui Deklarasi Jakarta melawan Demam Berdarah Dengue (DBD), yang disepakati oleh 11 negara ASEAN.

Berkenaan dengan Hari DBD ASEAN 2019 itu, Indonesia merupakan daerah endemis dengan sebaran wilayah yang luas munculnya DBD yang disebabkan virus dengue dengan vektor serangga penularnya, seperti nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Kab. Tapteng) Nursyam, S.K.M, M.Kes di Dinkes Kab. Tapteng, Selasa (15/07/2019).

Baca juga  PDP Covid-19 asal Tapteng meninggal, akan dikebumikan di Medan

“Upaya yang dilakukan oleh Dinkes selama ini, yaitu menghimbau kepada seluruh Puskesmas untuk aktif melakukan penyuluhan tentang pencegahan DBD. Pesan yang disampaikan dengan gerakan masyarakat hidup bersih melalui 3 M Plus, yaitu menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Untuk barang bekas yang punya nilai ekonomis agar didaur ulang. Kegiatan pencegahan lainnya seperti menaburkan bubuk larvasida atau abate, menggunakan obat anti nyamuk, menggunakan kelambu, memelihara ikan jentik nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian,” kata Nursyam.

Kadis Kesehatan Kab. Tapteng juga menjelaskan upaya yang dilakukan juga menemukan secara dini kasus DBD dan pengobatan segera, meningkatkan surveilans kasus DBD oleh Petugas Puskesmas dan Puskesmas Pembantu untuk mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD, serta meningkatkan surveilans vektor Aedes spp.

Baca juga  Bom Sukhoi Seberat 125 Kg Jatuh di Kebun Warga

“Melihat kasus DBD yang terjadi setiap tahunnya, mari kita lakukan M3 Plus itu, juga menggiatkan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal atau perkantoran sebagaimana yang diinstruksikan Bapak Bupati Tapanuli Tengah,” imbuhnya.

Sementara itu, mewakili Kadis Kesehatan Kab. Tapteng, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Ewiya Laili, S.K.M, M.Kes mengatakan di Tapteng penderita DBD yang ditemukan tahun 2017 sebanyak 39 orang, tahun 2018 sebanyak 22 orang, dan pada tahun 2019 (Januari-Juni) sebanyak 45 orang.

“Ada kasus yang berdekatan, minimal 2 (dua) kasus kita lakukan fogging dengan radius 100 meter. Fogging dilakukan 2 siklus dengan rentang waktu 1 minggu dengan memperhatikan daerah endemis atau tidak, seperti ditemukannya jentik nyamuk dan nyamuk dewasa penular DBD. Namun yang lebih efektif dengan melaksanakan 3 M Plus itu,” ujarnya. (BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan