Begini Cerita Singkat Keluarga Pasien RSUD FL Tobing Sibolga Atas Suntikan

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Tapteng – Sehari pasca pemakaman, suasana duka masih tampak pada keluarga korban.

Sejumlah kerabat dan warga setempat, turut mendampingi orangtua almarhum Gisen Pasaribu, merupakan pasien RSUD FL Tobing Sibolga itu.

Disambangi oleh sejumlah wartawan yang tergabung di IWO (Ikatan Wartawan Online) Sibolga-Tapteng, dirumah korban, orang tuanya mengaku masih trauma mengisahkan peristiwa tersebut.

Meski demikian, sesekali ibu korban (almarhum), boru Marbun bercerita mengisahkan detik-detik kepergian anak tersayangnya yang terlihat berusaha tetap tegar.

Demikian juga suaminya didampingi kerabat yang mengaku sangat keberatan atas peristiwa yang menimpa anaknya.

Mereka mengisahkan, anaknya dirawat di RSU FL Tobing saat itu telah membaik pasca operasi hernia dua hari sebelum peristiwa itu.

Baca juga  Ceritanya, Akibat Tidak Menerima Bantuan Covid Dana Desa, Picu Kerusuhan

Bahkan korban mulanya tidak pernah mengalami gejala yang mencurigakan.

“Sudah dua hari sehat, dan terlihat berjalan normal, masih baik-baik saja pada malam itu, pokoknya biasa sajalah. Namun, ketika ia (alm) duduk selang infus lambat berjalan. Kemudian ibunya memanggil medis, tidak berselang lama petugas yang datang memperbaiki saluran infus dan menyuntikkan sesuatu. Hanya hitungan menit, almarhum mengaku pusing hingga kejang-kejang, lalu meninggal,” urainya.

Kisah pilu itupun seketika vilar di media sosial (Facebook) yang di posting salah satu keluarga pasien rumah sakit Ferdinand Lumban Tobing Sibolga beberapa hari lalu.

Hal senada juga dikisahkan keluarga korban yang turut mendampingi dirumah sakit saat itu, Senin (24/06) sekira pukul 11:15 WIB.

Baca juga  Konsumsi Pendamping Pasien Rawat Inap Gratis

Atas peristiwa itu keluarga korban meminta pihak RS bertanggung jawab, serta pelaku harus diberikan sangsi. Serta meminta management pihak rumah sakit harus profesional dalam menanggapinya.

“Macam apalah anak saya dibuat ini itu, sudah macam suntik mati saya lihat, hanya satu menit langsung meninggal, kan itu sudah tidak beres,” kata Ibu Korban sambil memperagakan kondisi anaknya saat di rumah sakit.

Sementara korban disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Sidikalang, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah, pada hari Minggu 23 Juni 2019.

Terpisah, pihak rumah sakit dalam konferensi persnya mengaku masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.(BT/T)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan