Ukir Sejarah Baru, Imigrasi Sibolga Tahan WNA Asal Malaysia Lalu Serahkan ke Kejaksaan

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Satu warga negara asing asal Malaysia berhasil diamankan pihak Imigrasi Sibolga.

WNA tersebut berinisial ABB (41) sebelumnya beralamat di negara asal yakni di Pulau Pinang Malaysia. Sementara di Indonesia beralamat di Padang Matinggi, Kab. Madina.

Kadiv Kanwil Sumut, Ignatius Purwanto, menyampaikan kejadian ini merupakan momentum pertama di sepanjang sejarah berdirinya Imigrasi Sibolga.

“Ya ini sejarah baru di Imigrasi Sibolga, memang dalam keimigrasian bahwa Warga negara asing harus sesuai tujuannya. Misalnya, apa yang tertera di Visa, apakah dia sebagai wisatawan atau sebagai tenaga kerja asing, namun tersangka ini sudah melanggar UU nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian pasal 122 huruf a.”

“Terkait hal itu, berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P21, oleh Kejaksaan Negeri Sibolga.” Ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa (15/11) di Sibolga.

Baca juga  Gegara Pancing Nelayan Sibolga Nekad Tikam Kawannya di Kapal

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Sibolga (Kakanim), Saroha Manullang, bahwa keberadaan orang asing asal Malaysia itu telah 10 tahun di Indonesia tepatnya di Kabupaten Madina.

Bahkan, sebutnya WNA tersebut telah berkeluarga dengan warga setempat dan sudah memiliki anak 3 orang.

Saroha juga menjelaskan, terkait kegiatan WNA tersebut merupakan pelanggaran yang masuk dalam tindak pidana keimigrasian.

Sebagai mana WNA asal Malaysia itu memiliki Visa sebagai wisatawan biasa bukan sebagai tenaga kerja ahli.

“Artinya dia (tersangka) bukan sebagai pemberi manfaat di Indonesia, namun sebagai wisatawan, dan telah tinggal di Indonesia 10 tahun, dan malah sebagai bekerja batu bata dan berpenghasilan. Hal itu bertentangan dengan aturan keimigrasian yang melanggar pasal 122 huruf A, tentang keimigrasian, ” Terangnya.

Baca juga  Tiang PLN di Pandan, Kembali Dipakai Tiang TV Kabel Swasta ???

Adapun Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian berbunyi : Setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahkagunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian ijin tinggal yang diberikan kepadanya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak 500 juta rupiah”

Ia pun menghimbau kepada masyarakat, apabila ada keberadaan orang asing supaya dapat berkoordinasi dengan pihak Imigrasi. Tentu hal ini kita lakukan demi penegakan hukum di Indonesia terutama tentang keimigrasian.

Turut hadir dalam konferensi pers, Kajari Sibolga Irvan Paham PD, Samosir, Ketua PN Sibolga, Kapolres Sibolga, Kapolres Tapteng, Kalapas Sibolga. (Tp/BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan