Karyawati Bank Dimakamkan, Kecurigaan Terlihat di Tangan Korban

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Tapteng (Sumut) – Suasana duka menyelimuti proses pemakaman Santi Devi Malau (25), karyawan Bank Mandiri Syariah Pandan yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Aek Tolang pada Jumat (14/6) pagi.

Temuan itu, sempat menghebohkan warga hingga sepenuhnya ditangani oleh polisi. Usai dilakukan olah TKP dan korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pandan untuk dilaksanakan Visum Et Revertum (VER), jasad korban kemudian dibawa keluarga untuk di makamkan.

Keluarga beserta kerabat turut mengantar jasad ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Lingkungan lll Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (15/6).

Jasad korban disemayamkan di rumah duka di Lingkungan ll Sibabangun. Sebelumnya petugas RSUD Pandan melakukan otopsi terhadap jenazah untuk kepentingan penyelidikan.

Sebelum ke Masjid Al Furqon untuk di sholatkan, acara terlebih dahulu dilakukan di halaman rumah duka. Ihkwal singkat pun disampaikan abang ipar korban dihadapan pelayat yang hadir.

Baca juga  Polres Tapteng Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-75 secara Virtual

“Kami dari pihak keluarga meminta maaf jika ada kesalahan, baik kata, sikap dari adik saya selama hidup,” kata abang ipar korban yang tidak sempat menyebut namanya.

Sementara orangtua korban terlihat tegar melepas kepergian Santi Devi untuk selamanya.

Lantunan doa juga mengiringi prosesi pemakaman itu. Isak tangis dari keluarga dan kerabat korban masih jelas terlihat mewarnai proses pemakaman.

Di liang lahat ukuran 2×1 meter itu, Santi Devi Malau dimakamkan tepat di samping makam kakeknya. Terlihat orangtua Santi, Maslan Malau, menerima langsung jasad putrinya.

“Orang baik, ramah. Setau kami nggak ada musuhnya,” kata Paman Santi, Dzul Tambunan.

Baca juga  Berikut Bantahan Pemko Sibolga Atas Tudingan Pimpinan DPRD

Zul Tambunan juga mengisahkan, semasa hidupnya, Santi terkenal baik dan ramah, sempat meninggalkan kenangan bagi ayah dan keluarga. Saat puasa yang lalu, Santi mengajak keluarga untuk berbuka puasa di Kalangan.

Demikian juga pengakuan orangtua Santi. “Waktu bulan puasa itu, diajaknya kami (keluarga) buka puasa di Kalangan, dan masih dikasihnya lagi sama ku kenang-kenangan sebuah jam dan kemeja,” kenang Maslan dengan mata berlinang.

Dari hasil olah TKP oleh polisi, korban diduga mengalami kekerasan dari seseorang. Hal ini terungkap dari bekas cakaran di bagian wajah dan tangan korban.

“Dugaan sementara ada indikasi terjadi perkelahian antara laki-laki dan perempuan, karena ditemukan ada cakaran wajah dan tangan korban,” kata Kasat Reskrim Polres Tapteng, Dodi Nainggolan.(BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan