BeritaTapanuli.com, Tapteng – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kementerian Pertanian RI memulai rehabilitasi lahan Persawahan di Desa Sigotom, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (15/1/26) siang.
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dengan dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI secara daring dari Provinsi Aceh.
Sementara di Sumatera Utara, kegiatan diikuti oleh Wakil Gubernur Sumut Surya dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.
Wakil Gubernur Sumut Surya menyampaikan bahwa rehabilitasi lahan sawah di Sumatera Utara akan dilaksanakan di 15 kabupaten/kota yang terdampak bencana, dengan Tapanuli Tengah sebagai salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
“Di Kecamatan Tukka ini sedang dilakukan rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Surya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian untuk kemudian disalurkan kepada pemerintah kabupaten/kota. Secara simbolis, Wagub Sumut menyerahkan benih padi dan alsintan kepada Bupati Tapanuli Tengah.
Kementerian Pertanian menyerahkan bantuan alsintan seperti 1 unit Traktor roda empat, 2 Traktor Crawler, 7 Traktor roda dua, 1 Drone, 5 unit Rice Transpalanter, 7 unit Pompa Air, 18 unit Handsprayer untuk kontruksi pemulihan lahan dan selanjutnya dapat dipergunakan oleh petani melalui kelompok tani setempat.
Namun demikian, Surya mengakui bantuan tersebut masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan luas lahan sawah yang rusak.
“Kami berharap program ini tidak berhenti sampai di sini. Kami yakin Menteri Pertanian akan terus memprogramkan bantuan lanjutan agar petani, khususnya di Tapanuli Tengah, dapat kembali bercocok tanam seperti sebelum bencana,” ujarnya.
Surya juga menjelaskan bahwa pengelolaan alsintan akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk kemudian didistribusikan kepada kelompok tani, bukan perorangan.
Terkait kemungkinan ganti rugi gagal panen, Surya menyebutkan bahwa saat ini pemerintah masih fokus pada perbaikan lahan, penyediaan benih dan pupuk, serta pelaksanaan rehabilitasi melalui sistem padat karya dengan dukungan TNI dan Polri.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan seluas 3.205 Ha lahan pertanian di Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat. Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Tukka sebagian besar lahan terbenam lumpur, hasil panen yang menjadi mimpi dan harapan hidup petani ikut tersapu banjir bandang, kini mulai direhabilitasi.
“Komitmen hadirnya negara di tengah-tengah korban bencana khususnya bidang pertanian. Tentunya kami berharap adanya penambahan alat berat untuk proses pemulihan sawah di Tapteng,” ujarnya pada Groundbreaking Lahan Persawahan yang dipusatkan di Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kamis (15/1/2026).
“Semakin banyak dukungan alat dan sarana, semakin cepat pemulihan lahan pertanian. Kami optimistis program ini akan terus berproses dan membawa petani kembali produktif,” pungkas Masinton.(red)






