Keberadaan Depot Pertamina Dilaporkan ke Presiden Joko Widodo

  • Whatsapp

BERITATAPANULI.COM, SIBOLGA – Diduga  rawan akan bencana, keberadaan Depot Pertamina di Jala Janggi Kota Sibolga, Sumatera Utara, kembali  diusulkan untuk direlokasi.

Mengingat kawasan itu rawan akan bencana atau kejadian yang dapat berdampak fatal, karena berdampingan langsung dengan permukiman warga.

Usulan relokasi itu disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo, didampingi Kepala Staf Kepresidenan Jend (Purn) Moeldoko, sewaktu datang melakukan kunjungan kerja ke Sibolga untuk meresmikan Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga, Minggu (17/3).

“Kami mohon kepada Bapak Presiden agar keberadaan Depot Pertamina di Sibolga direlokasi ke tempat yang lebih aman. Mengingat belakangan ini sering terjadi bencana, termasuk peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Sibolga.

Baca juga  Sosialisasi Bahaya Narkoba, Tes Urine Digelar di SMPN 1 Andam Dewi

Resiko besar mungkin terjadi, terutama lokasi dekat dengan warga. Mungkin sudah dapat kita bayangkan dampak fatalnya. Untuk itulah kami meminta kepada bapak agar menginstruksikan jajaran Pertamina atau yang berkompeten merelokasinya, dan kawasan itu dijadikan pusat penghijauan kota,” kata Aliansi Tapanuli Raya saat melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Menanggapi usulan dari Altra itu, Presiden Jokowi berjanji akan membahasnya.

Baca juga  KPU Sibolga Gelar Bimbingan Teknis Kepada KPPS se-Kota Sibolga

“Terimakasih kepada Altra yang sudah memberikan saran dan masukan. Akan saya bahas,” jawab Presiden.

Keberadaan Depot Pertamina ini memang sudah sering dibahas, dan pernah diusulkan untuk dipindahkan ke Tapanuli Tengah, mengingat lahan di Tapteng masih cukup luas.

Namun wacana itu tidak berkelanjutan. Dan baru kali inilah usulan relokasi itu langsung disampaikan ke Presiden demi kenyamanan masyarakat Sibolga. (BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan