Ini Sosok Cucu Pahlawan Revolusi Di Pandjaitan, Pegang Komando Di Kopassus

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Rupanya karier Pahlawan Revolusi DI Pandjaitan di militer ‘diteruskan’ oleh anak cucunya.

Salah seorang cucu yang mewarisinya bernama Mayor Inf. Jeremiah Sesa Mangaradja Panjaitan.

Dia kini menduduki jabatanDanden 1/11 Grup-1/Para Komando/Kopassus.

Mayor Inf Jeremiah Sesa Mangaradja Pandjaitan merupakan anak kedua dari Letnan Jenderal TNI Hotmangaradja M.P. Pandjaitan.

Seperti diketahui, Hotmangaradja adalah putra keempat dari enam bersaudara anak Mayjen Anumerta DI Panjaitan.

Pria yang akrab disapa Sesa ini telah menamatkan Pendidikan Komando Angkatan 100 di Pantai Permisan, Cilacap.

Sementara itu, Sosok Letnan Jenderal TNI Hotmangaradja M.P. Pandjaitan merupakan pensiunan jenderal bintang tiga. Dan juga merupakan anggota Baret Merah (Kopassus) dari kesatuan Infanteri.

Ia termasuk jenderal yang kini telah purnatugas dan menyandang Tab Ranger.

Selain bergelut di dunia militer, Jenderal bintang tiga ini juga pernah diberi amanat untuk jadi Duta Besar Indonesia. Beberapa negara penugasan, antara lain Prancis, Andorra dan Monako, serta UNESCO pada periode 2014 hingga 2019.

Sosok Mayor Sesa saat dirinya memberi pengarahan di latihan Urban Assault, Amerika kala itu.

Demikian juga momen di mana saat Mayor Sesa tengah membuat rencana penyerangan bersama tentara Amerika, saling berdiskusi di tengah hutan.

Pria kelahiran Jakarta, 23 November 1986 ini merupakan perwira TNI AD Lulusan Akmil 2008.

Baca juga  22 Prajurit Kodim 0211/TT Diberi Vaksin Hepatitis B

Setelah lulus dari bangku SMA, Sesa pernah menjalani pendidikan kuliah. Namun hanya mengikuti dua semester.

Dia kemudian beralih dengan mencoba ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), hal yang sama dilakukan oleh sang kakak.

Ternyata peruntungannya memang di dunia militer. Semenjak tamat dari Akmil, Sesa menjalani pendidikan militer di Indonesia hingga ke Amerika, di antaranya:

• Sussarcabif – 2009
• Sussarpara – 2009
• Suslapa I Inf – 2015
• Combat Intel/operasi intelijen tempur – 2009
• KIBI TNI (Kursus Intensif Bahasa Inggris) – 2009
• Ranger, pasukan elit infanteri di Amerika – 2010
• Airborne di US atau Linud sebutan lain di Indonesia – 2010
• Air Assault – 2010
• Pathfinder – 2010
• Free Fall – 2010
• Jump Master – 2010
• Para Raider, latihan menguasai 3 kemampuan – 2015
• Air Mobile – 2015
• Komando A-100 – 2016

Sedangkan jabatan strategis yang pernah diemban oleh Mayor Sesa di antaranya:

• Pama Kostrad
• Pama Divif-1/Kostrad
• Pama Brigif Linud-17/1 Kostrad
• Danton-1/A Yonif Linud-328/17/1 Kostrad
• Danton-1/C Yonif Linud-328/17/1 Kostrad
• Danton-Ban/B Yonif Linud-328/17/1 Kostrad
• Danton-MO-81/Ban Yonif Linud-328/17/1 Kostrad
• Pasi-2/Ops Yonif Linud-328/17/1 Kostrad
• Danki-A Yonif Linud-328/17/1 Kostrad
• Pendidikan Komando Angkatan-100
• Pama KOPASSUS
• Dantim-3/2/11 Grup-1/Para Komando/Kopassus

Baca juga  Motor Listrik Asal Korsel Mirip Nmax, Bakal Dirakit Lokal

Danden 1/11 Grup-1/Para Komando/Kopassus.

Pemberangkatan Kompi Latihan Bersama TNI AD untuk Joint Readiness Training Center (JRTC) Rotation 21-01, di Fort Polk, Louisiana, Amerika Serikat. Para tentara pilihan baru saja menjalani latihan Urban Assault. Termasuk Jeremiah Sesa, 328th Airborne Battalion, Indonesian Armed Forces (TNI).

Tergabung dalam tim Garuda Shield 2015 menguji kemampuan Angkatan Darat Pasifik AS dan Tentara Indonesia. Untuk beroperasi bersama dalam berbagai situasi pertempuran dan bertahan hidup.

Kedua kekuatan militer ini sedang memulai misi pelatihan yang rumit. Sebanyak enam kelompok berbeda dari kedua militer untuk menyelesaikan tujuan ini.

“We planned and prepare together, Indonesian and US soldiers. And we execute the planned, with was our objective, it was school house an their village. And then we execute our objective just according to plan,” terang Mayor Sesa dalam wawancaranya di Amerika.

(Kami merencanakan dan mempersiapkan bersama, tentara Indonesia dan AS. Dan kami melaksanakan yang direncanakan, dengan tujuan kami, itu ada sekolah dan desa. Dan kemudian kami mengeksekusi tujuan kami sesuai rencana) (dikutip dari merdeka.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan