Atas Pengerusakan Warung Tuak Oleh Sekelompok Pemuda, Kerugian Mencapai Puluhan Juta

  • Whatsapp
David Butar butar (44) warga Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan menunjukkan laporannya ke polisi

BeritaTapanuli.com, Tapteng – Pemilik warung tuak David Butar butar (44) warga Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, resmi membuat laporan polisi.

Ia melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapanuli Tengah. Terbukti dengan adanya surat tanda terima laporan (STPL)  nomor STTL/114/V/2020/SU/RES Tapteng.

Sebelumnya, ia mengaku telah mengalami kerugian sekitar puluhan juta atas pengerusakan sekelompok pemuda yang datang mengobrak abrik usahanya, pada Selasa dini hari (25/5) sekira Pukul 02.50 WIB.

Ia mengisahkan, kelakukan yang dilakukan para pemuda itu justru tidak ada rasa segan untuk menghancurkan sejumlah barang milik David Butarbutar.

“Meja beralaskan keramik habis pecah-pecah, Steeling dan barang lainnya,” kata David.

David menjelaskan awalnya para pemuda itu datang sebanyak 3 orang meminta minum gratis. Hingga pengusaha lapo tuak itupun memberikan apa yang diminta para pemuda tersebut.

Baca juga  Bupati Tapanuli Tengah Hadiri Malam Puncak Festival Pesona Wisata Kabupaten Tapanuli Tengah 2019

Selanjutnya, merasa tidak puas. Mereka juga meminta tambah minuman dan rokok. “Ku layani nya apa yang diminta mereka tapi maunya janganlah suka hati apalagi ini masih kondisi Covid-19 ekonomi masih melemah,” ujar David.

Tidak terima dikatakan seperti itu sekelompok pemuda langsung membabi buta dengan menghancurkan sejumlah fasilitas dilokasi.

Akibatnya, pemilik warung tuak melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapanuli Tengah.

Terkait laporan tersebut, Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto melalui Paur Subbag Humas, Ipda JS Sinurat membenarkan kejadian tersebut telah dilaporkan ke polisi. Polres Tapteng telah menangani dan memproses kasus tersebut.

Baca juga  Prihatin Isu Hoax Tsunami di Tapteng, Bupati Minta Polisi Usut Tuntas

“Iya, saksi korban sudah melapor dan kasus ini sedang ditangani Polres Tapteng,” singkat Sinurat.

Di tempat terpisah, Martin salah seorang warga mengungkapkan, aksi tersebut dilakukan atas dasar keresahan warga.

Ia mengaku, karena warung tuak tersebut tetap beroperasi menyediakan sejumlah pelayan perempuan.

“Kami selaku warga merasa resah atas keberadaan warung tuak yang menyediakan perempuan itu.” Ungkapnya.

Masih lanjutnya,  sebagaimana sebelumnya pemerintah sudah melarang warung yang menyediakan pelayan perempuan.

“Yang lain sudah tutup, tapi hanya warung itu yang tetap buka dengan menyediakan sejumlah perempuan,” kata Martin, salah satu pemuda yang ikut dalam aksi tersebut. (R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan