10 Tahun Berumah Tangga di Indonesia, WNA Malaysia Dipidana, Ini Sebabnya

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Penetapan tersangka terhadap satu warga negara asing yakni warga negara Malaysia adalah berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian dalam bunyi Pasal 122 huruf a.

Di mana dalam bunyi pasal tersebut “Setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta rupiah.”

Sedangkan WNA asal Malaysia tersebut pertama kali datang ke Indonesia tercatat pada 21 Maret 2012 lalu, menggunakan bebas visa kunjungan 30 hari. Bahkan AAB tidak memiliki izin tinggal dan dokumen perjalanan yang sah.

Informasi dihimpun dari Kepala Imigrasi Sibolga, Saroha Manullang, menjelaskan awalnya tersangka berinisial AAB (42), tinggal bersama istrinya di Kab. Madina.

Dan keduanya berkenalan saat sang istri warga Indonesia masih bekerja di Malaysia, dan mereka kemudian menjalin hubungan asmara (pacaran).

Baca juga  6 Orang Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa, Minta Kadis PKPLH Sibolga Dicopot

Dan pada akhirnya keduanya pun menikah dan telah memiliki 3 buah hati hasil pernikahan yang diklaim warga sah, hingga memiliki akte nikah, meski tidak terdaftar di KUA.

Bahkan, AAB pun sudah memiliki KTP yang di keluarkan oleh Dinas Catatan Sipil, beralamat di Jambur, Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, Kab. Madina.

Namun, terungkapnya tindak pidana tersebut dari informasi Kantor Imigrasi Polonia yang melimpahkan AAB ke Imigrasi Sibolga karena tidak memiliki dokumen yang sah.

Hingga tim intelijen dan penindakan Imigrasi Sibolga bergerak ke Madina untuk melakukan penyelidikan dan pengembangan.

Terkait identitas KTP tersebut, Saroha mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait supaya dilakukan pencabutan.

Demikian juga AAB ditetapkan sebagai tersangka terbukti melanggar UU Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian dalam bunyi Pasal 122 huruf a, yakni telah bekerja sebagai tukang batu bata di Indonesia dan bukan sebagai wisatawan.

Tentu hal ini tidak diperbolehkan dan melanggar, sebab WNA yang bisa tinggal di Indonesia adalah hanya warga negara asing yang bermanfaat yang kita terima di Indonesia.

Baca juga  Komisioner KPU Kota Sibolga Gelar Audensi Dengan Kapolres

Sementara berkas tersangka sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan Negeri Sibolga pada 7 November lalu. Dan tersangka diserahkan ke Kejaksaan pada 15 November 2022.

Terhadap tersangka, nantinya setelah menjalani hukuman langkah selanjutnya akan di deportasi ke negara asal. Sebab dalam hal ini, negara hadir dalam penegakan hukum yang bekerjasama dengan pihak kejaksaan.

Senada, Kepala Divisi Keimigrasian Sumut, Ignatius Purwanto, yang memimpin konferensi pers di Kantor Imigrasi Sibolga, Selasa (15/11) mengaku, ini merupakan momentum sejarah sejak berdirinya Imigrasi Sibolga.

Ia pun menyebutkan, Imigrasi Sibolga menjadi contoh, apabila ada orang asing yang tidak sesuai atau melanggar ketentuan dapat diajukan ke pengadilan sebagai efek jera.

Kehadiran Kadiv Keimigrasian Sumut juga merupakan langkah support dalam semangat penegakan hukum keimigrasian di Sibolga. (Tp/BT).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan