Truk Pengangkut Pupuk Terjun Ke Jurang Di Tapteng, Supir dan Kernet Tewas

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Tapteng – Diduga rem blong, satu unit mobil tronton terjun bebas di Tapanuli Tengah.

Peristiwa terjadi sekira pukul 09.00 WIB, Rabu (7/7/2021), di Jalan Rampa-Poriaha (Sibunga-bunga) di Dusun Napa, Desa Tapian Nauli IV, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dari informasi dihimpun truk tronton tersebut sedang mengangkut pupuk diperkirakan 17 ton, milik salah satu pengusaha bermarga Silalahi dari Barus, Tapteng.

Akibat peristiwa ini, supir dan kenek truk bernopol BM 8550 ME, dikabarkan tewas di tempat diduga terhimpit.

Sedangkan sopir truk disebut warga bermarga Simanullang (50-an) dan kernetnya juga bermarga Simanullang (20-an).

Menurut warga bermarga Hutagalung, truk pengangkut pupuk tersebut datang dari arah Sitahuis menuju Kolang melaju dengan kecepatan tinggi.

Baca juga  Tapteng Salurkan Bansos 500,04 Ton Beras Kepada 16.668 Keluarga

Sebelumnya, ternyata warga juga sudah memperingatkan sopir agar berhati-hati. Namun sang sopir menjawab, bahwa remnya blong.

“Tadi teman saya sudah memperingati sopirnya agar hati-hati, namun kata sopir itu kepada teman saya, bahwa remnya blong. Katanya rem harus dikocok, ternyata melaju hingga jatuh,” kata Hutagalung.

Dia menjelaskan, setelah jalan lurus menurun dan menikung, truk tersebut seperti tidak dapat dikendalikan.

Truk itu pun menghantam batu besar di tepi jurang, kemudian menghantam pepohonan dan batu di tepi jurang hingga berhenti di dekat sungai kecil.

Terpantau, pada bagian depan truk terlihat rata dengan gerbong (gerobak) yang terbuat dari besi.

Demikian juga ban depan dan belakang terlepas, sedangkan muatannya terlempar dan berserakan.

Baca juga  Waspada Virus Corona, Polres dan Dinkes Tapteng serta TNI Lakukan Aksi Bersih-Bersih

Pascakejadian, petugas kepolisian terlihat turun ke lokasi untuk mengevakuasi kedua korban. Warga juga berdatangan melihat kejadian itu.

Setelah kejadian, perwakilan pengusaha datang melihat truk yang jatuh tersebut.

“Dari total 17 ton muatan pupuk ini, hanya 50 zak yang bisa diselamatkan, jika dihitung hanya tersisa 2,5 ton saja. Sekitar 15 ton lagi menjadi tanggungjawab pemilik truk,” kata perwakilan pengusaha itu di lokasi.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Tapteng, AKP Nasrul membenarkan peristiwa naas tersebut.

“Informasinya, truk itu datang dari Medan membawa pupuk mau ke kebun sawit,” singkat Nasrul.

Ia lebih lanjut menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan