Terlibat Perkelahian, Anak Pak Kades di Tapteng Dilaporkan ke Polisi

  • Whatsapp
Sondang Hutagalung (35), warga Dusun I Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mendatangi Mapolsek Pandan.

BeritaTapanuli.com, Tapteng – Sondang Hutagalung (35), warga Dusun I Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mendatangi Mapolsek Pandan.

Di Mapolsek Pandan, ia membuat laporan polisi atas penganiayaan yang ia alami. Kepada polisi ia menunjukkan luka lebam di wajah dan bola mata memerah.

Selain itu, ia juga mengaku dadanya sesak dan sepeda motor miliknya turut rusak ditendang pelaku.

Sementara pelaku yang ia laporkan adalah JS yang juga anak seorang Kepala Desa Mardame di daerahnya.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Rabu (13/5), sekitar pukul 08.10 WIB. Korban mengaku beruntung beberapa warga sekitar berhasil merelai dan menghentikan aksi penganiayaan tersebut.

“Sudah saya laporkan, ini STPL nya,” kata Sondang Hutagalung.

Sambil menunjukkan selembar Surat Tanda Penerimaan Laporan dengan nomor : STPL/42/V/2020/SU/Res Tapteng/Sek Pandan, Sondang menceritakan kronologis peristiwa penganiayaan yang dialaminya.

Sekitar pukul 08.00 WIB, korban melintas di depan rumah terduga pelaku dengan mengendarai sepeda motor. JS yang saat itu sedang berdiri di halaman rumahnya memelototi korban.

Penasaran, korban berhenti dan mempertanyakan kenapa pelaku memelototinya. Bukan jawaban yang didapatkan, justru pelaku malah menanantangnya berkelahi.

“Saya hanya sekedar mau mempertanyakan kenapa dia menatap saya seperti itu. Malah dia menantang saya dengan menyebutkan ‘mana kelewang mu, ada kelewang saya ini, mau main apa kita, saya sanggup,” sebut Sondang menirukan tantangan JS.

Usai menantang korban, tanpa basa-basi JS langsung memukuli korban hingga terjatuh dari keretanya. Pelaku juga menginjak dada korban yang sudah tergeletak di tanah. Akibat pemukulan yang bertubi-tubi, wajah korban lembam dan bola mata memerah. Aksi penganiayaan berakhir setelah beberapa warga dan kedua orangtua pelaku datang melerai.

Baca juga  Seorang Pelajar Meninggal, Tertimpa Pohon Kelapa Sawit Saat Berteduh

“Saya berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan pengaduan saya ini. Jangan mentang-mentang anak Kepala Desa suka-sukanya berbuat brutal,” pungkas Sondang.

Terpisah, JS terduga pelaku penganiayaan saat dikonfirmasi di rumanya yang berada di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli pada hari Kamis (14/05) mengatakan, “Mohon maaf bang saya harus berangkat ke Polsek Pandan memenuhi panggilan dari pihak kepolisian” Ucapanya.

Sementara itu ibu kandung JS. Mada Risma Nababan (49) saat dikonfirmasi terkait pemukulan yang di lakukan anaknya, menerangkan, sebelum terjadi perkelahian anaknya dengan korban, ternyata terlebih dahulu si korban datang meneror rumah mereka.

“Sebelum itu, terlebih dahulu rumah kami yang selalu diteror korban, tidak cukup sampai satu kali bahkan sudah tiga kali berturut-turut.” Ucapnya.

Lanjutnya, kejadian teror yang di lakukan korban setiap larut malam dengan cara menggedor-gedor rumah saya, hal itu sangat membuat kami merasa terganggu, apa lagi suami saya mengidap penyakit jatung.

“Sampai bermohon saya kepada korban, agar jangan lah terus keluarga kami yang di ganggunya, apalagi suami saya baru pulang dari rumah sakit, tolong lah jangan teror terus rumah kami mohon kali aku sama mu, namu permohonan saya itu tidak di hiraukan oleh Sondang” kata ibu js.

Sambungnya, adapun kejadian anak saya memukul korban dikarena korban merasa dilihat dengan pandangan tajam, sehingga korban merasa tersinggung dan langsung berhenti yang menimbulkan perkelahian.

“Siapa lah tidak merasa marah ketika orang tua selalu di teror dengan berbagai cara, adapun tindakan yang dilakukan oleh anak saya demi melindungi keluarganya, jika memang ada saya bersalah biar lah pihak yang berwajib yang bertindak”  Pungkasnya.

Baca juga  Kenali Harga Perbedaan, Berikut Harga Emas Batangan 24 Karat Antam

Dihari yang sama Mita Sari Sembiring (22) istri korban, saat dikonfrimasi dirumah milik orang tua dari suaminya mengatakan.

“Tidak benar itu tudingan yang di sampaikan oleh ibu JS. Suami saya setiap malam bersama saya dirumah. Karena yang di rumah ini hanya kami berdua” Kata Istri Korban.

Masih Katanya, kalau pun suami saya keluar rumah jam delapan malam sudah dirumah. “Jadi mana mungkin dia melakukan teror tengah malam sampai menggedor-gedor pintu rumah kepala desa tersebut” Pungkasnya.

Lanjutnya, sebelum terjadi kejadian perkaliahan suami saya dengan JS terlebih dahulunya JS mempeloti saya, setiap dia lewat dari depan rumah saya dia melihat dengan tatapan penuh kebencian

Sementra kalau siang hari saya sendiri di rumah suami saya pigi bekerja keladang, atas kejadian tersebut saya ceritakan sama suami saya agar di pertanyakan terhadap JS dan keluarganya, namun jadi suami saya yang jadi tidak mendapatkan perlakuan yang wajar sehingga ibu JS samapi hati berkata bahwasanya suami saya membuat teror sehingga kejadian ini sampai kepada pihak yang berwajib. Ujarnya.

Selain itu istri korban juga sangat mengharapkan keadilan yang sebenarnya “semoga kasus pemukulan oleh JS anak dari kepala Desa Mardame dapat di proses secara hukum yang berlaku” harapanya.

Sementara Kapolsek Pandan Iptu Z. Pohan melalui Aiptu J Situmorang saat di konfirmasi di Mapolsek Pandan membenarkan kejadian tersebut.

“Sudah kita tangani berdasarkan laporan korban, kasus ini masih dalam penyelidikan” Jelasnya.(T)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan