Terjadi di Sibolga, Perawat Dianiaya, Ketua PPNI Sumut Tempuh Jalur Hukum

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sibolga Ketua Dewan Pimpinan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Sumatera Utara, Mahsur Al Hazkiani, angkat bicara perihal perawat yang dianiaya pasien terpapar covid-19 saat menjalani perawatan di RSUD Dr. Fl.Tobing Kota Sibolga, Kamis (26/8/2021) kemarin.

Ketua bersama dengan 10 Ketua PPNI kabupaten/kota pun turut memberikan semangat dan motivasi kepada nakes tersebut.

Mahsur Al Hazkiani mengatakan, tujuan kedatangan pengurus PPNI Sumut ke Kota Sibolga memiliki dua agenda.

Agenda itu yakni mengupah-upah rekan perawat yang dianiaya salah seorang keluarga pasien positif Covid-19 dan bersilaturahmi ke Polres Kota Sibolga.

Ia menyebut, tujuannya tak lain agar kasus penganiayan ini dapat diproses secara hukum yang berlaku.

“Alhamdulilah rekan kita yang tertimpa musibah tiga minggu lalu telah mendapatkan SP2HP,” Sebutnya.

Masih kata dia, pihaknya percaya kepolisian yang telah merespon dengan baik pengaduan rekannya akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Baca juga  Melaju Kencang, Pelajar di Sibolga di Larikan ke Rumah Sakit

Pendampingan proses hukum ini, lanjut dia, sebagai bentuk kepedulian PPNI terhadap rekan yang dianiaya pasien saat bekerja.

Di mana saat itu, rekan mereka (nakes) menangani proses pemulasaran jenazah covid-19.

“Kita seluruh kepengurusan PPNI akan terus menampingi kasus penganiayan ini, satu orang perawat tersakiti maka kita perawat seluruh Indonesia akan merasakan sama yaitu tersakiti,” ucapnya.

Menurutnya, tindakan penganiayaan perawat saat menjalankan tugas dimasa pandemi saat ini kerap terjadi.

Walaupun proses hukumnya agak sedikit lambat, namun seluruh pengurus PPNI tidak akan tinggal diam begitu saja.

“Kita mengucapkan terimaksih kepada Polres Sibolga atas kunjungan silaturamhi kita disambut dengan baik, dengan harapan agar kasus ini secepatnya ditangani, mengingat kodisi saat ini peran perawat dalam penanganan Covid-19 sangat penting dikarenakan jumlah pasien yang terpapar setiap harinya bertambah,” paparnya.

Baca juga  Kapolres Sibolga Pimpinan Deklarasi Tolak Narkoba, Ini 5 Poin Penting

Mahsur Al Hazkiani juga menjelaskan, sebelum terjadi proses pemulasaran jenazah covid-19, pasien sudah menjalankan proses perawatan.

“Awalnya pihak keluarga sudah menerima pasien yang meninggal dunia berdasarkan dari hasil PCR Sweb positif covid-19. Namun, beberapa orang dari keluarga setelah rekan kita menjelaskan prosesnya tidak terima dan langsung melakukan pemukulan sehingga rekan kita mengalami luka fisik,” bebernya.

Atas kejadian tersebut, sambung Mahsur, tidak hanya luka fisik saja, melainkan psikisnya juga terganggu.

“Untuk itu, diminta tidak diminta kita yang sudah tergabung di organisasi (PPNI) akan mendampingi rekan kita yang dianiaya melakukan proses hukum, agar kasus ini secepatnya diproses sesuai hukum yang berlalu,” pungkasnya. (R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan