Tak Dipekerjakan Usai Persoalan, Karyawan Pabrik Getah Bentangkan Spanduk

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Sebanyak 41 karyawan PT ASL (Anugerah Sibolga Lestari) di Jalan Raya Sibolga – Sidempuan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapteng, menggelar aksi di depan pabrik.

Mereka terdiri dari karyawan yang kini dirumahkan alias di PHK secara sepihak, menuntut pihak perusahaan memastikan status mereka.

Sebagaimana, dari pengakuan karyawan itu, sudah 2 tahun lamanya sejak di PHK, mereka menuntu gaji dan pesangon yang belum dibayar.

Salah seorang perwakilan karyawan, bernama Tumbur Siagian, kepada wartawan di lokasi aksi mengatakan, pihaknya memprotes kebijakan perusahan yang telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak.

“Sebanyak 41 karyawan, 2 tahun berlalu tidak mendapat gaji dan pesangon,” ujarnya.

Masih lanjutnya, “sudah 2 tahun lamanya perusahaan tidak mempekerjakan kami lagi, namun hak – hak karyawan seperti gaji dan pesangon belum dibayarkan,” katanya.

Baca juga  Wamena Bergejolak, Polda Papua Sebutkan Akibat Hoax

Menurutnya, tuntutan karyawan didasari pengalaman bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan getah karet itu, karena ada karyawan yang sudah bekerja selama 20 tahun hingga 40 tahun lamanya.

Ia juga memomohon dukungan dari masyarakat luas dan pemerintah setempat untuk membantu perjuangan mereka dalam menuntut hak-hak karyawan.

Spanduk bertuliskan, “Kami mohon dukungan semua pihak, kami sedang memperjuangkan hak-hak kami selaku karyawan dan saat ini sudah dalam proses persidangan di pengadilan hubungan industrial pada PN Medan”.

Pantauan wartawan, aksi karyawan ini tidak mendapat tanggapan dari pihak perusahaan.

Aktifitas perusahaan terlihat berjalan seperti biasa hingga akhirnya para karyawan yang melakukan aksi hanya bisa mengikat spanduk di tembok pabrik lalu membubarkan diri dengan tertib.

Baca juga  Bupati Taput Terima Penghargaan dalam penanganan penyakit TBC

Tumbur sebelumnya menguraikan, PHK sepihak dari perusahaan diawali pemutusan aliran listrik di pabrik dari pihak PT  PLN Area Sibolga awal tahun 2018 lalu, karena alasan adanya perselisihan pembayaran tagihan listrik.

Sejak saat itu aktifitas perusahaan terhenti secara total dan seluruh karyawanpun tidak dipekerjakan lagi.

Perselisihan antara perusahaan dengan PT PLN selanjutnya bergulir ke PN Sibolga hingga ke PT Medan.

“Perselisihan selesai dan pihak PLN telah menyambung kembali aliran listrik ke pabrik dan saat ini pabrik sudah beroperasi kembali,” katanya.

Namun, lanjut dia perusahaan justru mempekerjakan karyawan baru sementara kami karyawan sebelumnya tidak dipekerjakan kembali.

“Atas kebijakan perusahaan ini kami menuntut hak berupa gaji dan pesangon, namun sudah 2 tahun lamanya tuntutan kami belum dibayar,” katanya. (R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan