Surat Terbuka Beredar di Facebook, Mengaku Seperti Orang Asing di Kampung Sendiri

  • Whatsapp
Foto screensoot curhatan warga

BeritaTapanuli.com, Tapteng – Sebuah surat terbuka berupa curhatan warga, ditujukan kepada Bupati Tapteng.

Surat tersebut dibuat Minggu (3/5) lalu diunggah di liminasi facebook milik Darman Telaumbanua dan di kirimkan ke salah satu group Kabar Kabar Sibolga Tapteng.

Disebutkan dalam isi surat terebut, bernama Sadarman Telaumbanua. Warga lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut).

Ia mengeluh, atas kondisinya ditengah wabah covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Ia merupakan pekerja serabutan di kota Provinsi Sumut, kota Medan. Mulai dari petugas parkir, hingga mengamen sebelumnya ia geluti untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya sebanyak 4 orang.

Dan keempat anaknya, 1 orang masih balita, sementara dua masih pelajar sekolah dasar (SD) dan yang paling besar sudah SMP.

Baca juga  Bupati Taput Tinjau Pemberian Vaksin Covid-19 Perdana Nakes di Puskesmas Hutabaginda

Demikian juga istrinya, hanya pekerja buruh kasar sebagai penokok batu yang bekerja di salah satu tangkahan penambangan batu.

Iapun tak kuasa menahan perasaan yang seperti orang asing di tempatnya. Karena tidak pernah menerima bantuan dari pihak pemerintah baik berupa beras, PKH. Baik sebelum wabah Covid-19 dan sesudah Covid-19.

Terkait informasi tersebut, pemerintah setempat melalui pihak kecamatan belum berhasil dikonfirmasi.

Berikut Curhatannya :

Kepada yth

Bapak bupati Tapteng

 

Nama saya : sadarman Telaumbanua

 

Dengan melalui medsos ini saya bisa mengutarakan isi hati saya selaku warga lubuk AMPOLU kec badiri kabupaten Tapanuli tengah.

  Dengan lampiran foto ini,saya memberitahukan pada bapak bahwa bantuan dari pihak pemerintah berupa beras,pkh kami tak dapat baik sebelum covid 19 maupun sudah adanya covid 19 ini,kami tak tau sekeluarga apa kesalahan kami,dengan lampiran foto yg tertera di bawah ini saya berikan rincian kehidupan kami.

 1.kami tak punya kebun

 2.kami tak punya barang mewah seperti mobil,motor roda dua dsb.

 3.kami tak punya meteran LISTRIK

 4.kami punya 4 orang anak sekolah

 5.kami punya balita 1 orang.

 6.pekerjaan kami

      Saya sebagai suami kerja di Medan jaga parkir/sekalian PENGAMEN apalagi sa,at sangat sepi.

       ISTRI menokok batu di tangkahan orang

Dengan ini saya meminta perhatian bapak,kami merasa seperti orang asing yg dimana sebagian besar yg kehidupannya lumayan dari kami dapat bantuan.

Saya tau bapak bupati Tapteng orang yg bijak dan orang yg tegas,jadi saya mohon perhatian BAPAK.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan