Seratusan Siswa Matauli Pandan Dikarantina Positif Omicron, Ini Pengakuannya ke Bupati

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Tapteng – Sekitar 186 siswa Matauli Pandan dikarantina. Akibatnya, proses belajar tatap muka di sekolah itu untuk sementara dihentikan.

Meski demikian para siswa mengaku masih dalam kondisi baik-baik saja dan keadaan sehat.

Sedangkan pihak sekolah mengaku, karantina dilakukan demi menjaga keamanan dan protokol kesehatan (prokes).

Dan mereka harus menjalani karantina selama 10 hari di asrama Matauli Pandan serta tidak diperkenankan keluar.

Terkait hal itu, Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Wakilnya Darwin Sitompul, bersama Dandim 0211/TT, Lektol Czi Mangatas Sibuea, Kapolres Tapteng, AKBP Jimmy Christian Samma, kemudian melakukan kunjungan Jumat (11/2), malam, demi menyemangati ratusan siswa tersebut.

Baca juga  Peringati Hari Dharma Samudera 2019, Lanal Sibolga Gelar aksi Bersih Pantai

Apalagi para siswa dinyatakan positif COVID-19 varian baru Omicron.

Sedangkan pengawasan terus dilakukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Tapteng, bekerja sama dengan Polres Tapteng, Kodim 0211/TT, dan pihak SMA Matauli Pandan.

Sementara itu, kedatangan rombongan Bupati Tapteng sekira pukul 21.15 WIB, disambut hangat para siswa yang sedang dikarantina dan juga Kepala Sekolah SMA Matauli Pandan, para Guru, dan Pembina.

Baca juga  Bermuatan Ikan Asin Mobil Pick Up Tujuan Sibolga Terbalik

Dengan menggunakan pengeras suara, Bupati memberikan motivasi agar mereka tetap kuat melewati masa karantina.

“Kedatangan kami untuk memberikan semangat kepada kalian semua, bahwa kalian tidak sendiri, ada kami bersama kalian,” kata Bupati Tapteng memberi semangat.

Diakhir kata Bakhtiar, jika hasil pemeriksaan nanti sudah negatif, maka akan diatur kembali proses pembelajarannya.

Usai menyemangati para siswa Matauli, Bupati juga meninjau Posko layanan COVID-19 yang didirikan Polres Tapteng di SMA Matauli. (Tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan