Remaja 13 Tahun,  Terpental Sejauh 3 Meter Ditabrak Kreta Api

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Medan – Edward Tanoto (13), seorang remaja tewas ditabrak kereta api perlintasan Jalan Timah, Kelurahan Sei Rengas II, Medan Area, Rabu (2/10/2019) sekira pukul 15.00 WIB.

Warga Jalan Logam No. 2A, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area ini, dikabarkan sempat terpental sejauh 3 meter.

Kejadian tersebut bermula saat korban sedang duduk di pinggir rel kereta seorang diri. Saat itu, melintas kereta api dengan membunyikan klakson. Korban yang melihat dan mendengar klakson kereta api akan lewat kemudian bangkit untuk beralih ke pinggir rel sambil menyeberangi rel.

Baca juga  PDP Covid-19 asal Tapteng meninggal, akan dikebumikan di Medan

Namun nahas, saat korban berada di pinggir rel, tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh dengan posisi kepala ke arah kereta api.

Akibatnya, langsung disambar kereta api hingga terpental ke tanah sejauh 3 meter dari lokasi pertama ditabrak.

Warga sekitar Hernawati (35), yang berjualan gorengan di pinggir rel, begitu melihat korban tertabrak kereta api langsung berteriak.

Teriakan saksi ini terdengar warga sekitar, sehingga langsung memadati lokasi kejadian.

Melihat korban sudah tewas, warga pun langsung menghubungi pihak yang berwajib.

Sementara itu, Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Mara, membenarkan adanya peristiwa remaja tewas ditabrak kereta api tersebut.

Baca juga  Kisah Warga Terkait Litrik Padam, Suka-Suka Mereka, Mati Tidak Bilang, Terlambat Langsung Putus

Kapolsek mengatakan, jasad korban rencananya ingin dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi. Namun, kedua orang tua korban enggan dan menginginkan jenazah anaknya langsung dibawa ke kediaman mereka.

Korban anak pasangan dari Theresia (43) dan Anton Tanoto (50). Saat jenazah korban hendak kita bawa ke RS Bhayangkara Medan guna autopsi, kedua orang tua korban tidak mau, dan memilih untuk dibawa pulang ke rumahnya,” jelas Kapolsek Medan Area (Rol).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan