Rekanan Pekerja Proyek Pajus, Seolah Kangkangi Imbauan  Wali Kota Sibolga

  • Whatsapp

BERITATAPANULI.COM, SIBOLGA – Pekerjaan yang diproyeksikan akan rampung pada Desember 2018 lalu, di wilayah Kota Sibolga ternyata masih berlanjut hingga pertengahan Januari 2019.

Bahkan terpantau rekanan yang melaksanakan Proyek di obyek wisata Pantai Ujung Sibolga lebih dikenal dengan Pakis itu, mulai bekerja sejak tanggal 2 Januari lalu.
Sangat disayangkan gerangan yang membuat rekanan tidak dapat menyelesaikan perjanjian kerja tepat waktu.
Selain itu, pembuatan paving blok dan kanopi ini terlihat masih berlangsung.

Kehadiran wartawan kemudian disambut warga yang tidak ingin namanya di cantumkan dalam keterangannya, dia menyampaikan kecurigaan pekerjaan atas ketidak mampuan sesuai target waktu rekanan sudah melebihi ambang batas. Meski demikian ia juga penasaran apakah rekanan sudah sesuai melakukan adendum sebelumnya.
Iapun berharap pemerintah dalam hal ini, jangan tutup mata, selain mencurigai hasilnya tidak akan maksimal, akan tetapi perlu pengawasan dana denda apakah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca juga  Serasa Mandi Soda, Kolam Air Soda Padat Pengunjung

Masih lanjut Pria yang enggan disebutkan namanya itu, ada juga proyek panjat tebing yang belum rampung dikerjakan oleh pemborongnya, namun proyek itu sudah tak dikerjakan lagi.

Adapun bangunan replika kapal yang di desain menurut warga, ternyata justru mengganggu pemandangan di Pajus tersebut.

“Gak cocok dibuat di sini, mengganggu pemandangan. Harusnya di laut aja sekalian,” ujarnya.
Menelusuri Surat Edaran dan Imbauan dalam Rakerpem menghadapi akhir TA 2018 dan persiapan TA 2019, tentunya bertentangan dengan harapan Syarfi Hutauruk selaku Walikota Sibolga,

Dalam surat edaran itu, walikota memerintahkan Sekdakot, para pimpinan OPD, camat, kabid dan PPK di jajaran pemerintah daerah itu untuk memastikan seluruh pekerjaan proyek selesai tepat waktu, sebelum berakhirnya tahun 2018.
Walikota juga menegaskan agar pejabat terkait beserta tim pengawas melakukan tugasnya ke lapangan.

Baca juga  Sukran Tanjung Divonis Bebas

Itu untuk mutu dan volume pekerjaan sesuai spek kontrak kerja, serta menghindari pelanggaran peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Walikota juga meminta agar proses adminstrasi pembayaran proyek dipercepat. Dengan memastikan bahwa pekerjaannya sudah sesuai dengan ketentuan atau clear and clean.

Ketika itu, Wali Kota berharap agar pencapaian pemakaian anggaran tidak melebihi waktu yang ditentukan, dan dapat dilaporkan kepada kementerian keuangan dan kementerian teknis terkait,” ujarnya.

Selain itu, ditegaskan juga, agar pejabat terkait tidak melakukan pembayaran yang melebihi volume dan mutu pekerjaan. Hal ini untuk menghindari adanya temuan dan masalah di kemudian hari. (Ril/BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan