Predator Anak di Tapteng Berhasil Diamankan Polisi di Bekasi, Pelaku Imingi Main Game

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Tapteng – Sempat buron selama dua belas hari, pelaku predator seksual yang diduga melakukan sodomi terhadap anak di bawah umur berhasil diamankan Polisi.

Pelaku diringkus polisi di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya pelaku melakukan perbuatan tidak terpuji di Kabupaten Tapteng, Provinsi Sumatra Utara.

Pelaku tersebut berusia 26 tahun, bekerja sebagai montir bengkel di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapteng.

Pelaku juga menjadi buronan paling dicari, setelah polisi menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) atas namanya.

“Tersangka bernama Hendri ditangkap di Water Oxi Zos di Jalan Taman Narogong Indah, RT 002/RW 012 Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, sekira pukul 14.00 WIB, pada, Rabu, 6 Desember 2023,” kata Kapolres Tapteng, AKBP Basa Emden Banjarnahor dalam konferensi pers, Kamis (7/12/2023).

Baca juga  Kadis Kesehatan Tapteng Sosialisasikan Dampak Pemberian ASI

Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Arlin Harahap, dan Plt Kasi Humas, AKP Irawadi, menjelaskan, penangkapan tersangka merupakan kerja sama Polda Sumut dan Polres Bekasi Kota, Polda Jawa Barat.

“Tersangka Hendri melanggar Pasal 82 Ayat (1), Junto Pasal 76 E dari UU No 17 tahun 2016, tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, denda maksimal Rp 5 miliar,” sebutnya.

Dijelaskan, penanganan kasus dugaan pencabulan (sodomi) terhadap anak di bawah umur Tapteng itu setelah salah satu orang tua korban membuat laporan di unit SPKT Polres Tapteng, pada Selasa (14/11/2023).

Berdasar hasil keterangan pelapor, kasus dugaan cabul terungkap ketika salah satu korban bercerita kalau korban dan kawan-kawannya telah dicabuli tersangka Hendri Cahaya Putra (HCP) alias Hendri sekitar tahun 2022 hingga September 2023.

Baca juga  TMMD 108, Bangun Desa dan Mindset Masyarakat

Perbuatan tak senonoh itu dilakukan di rumah tersangka, korban diiming-iming diberikan bermain game di ponsel tersangka. Ketika korban sedang bermain game, di situlah tersangka mengambil kesempatan melakukan aksinya.

Dalam kasus tersebut, polisi telah memeriksa 8 anak laki-laki (korban), membawa 7 orang korban untuk visum di RSUD Sibolga, berkoordinasi dengan Dinas PPA Pemkab Tapteng, Dinas PPA Provinsi Sumut untuk melakukan pendampingan (trauma healing) terhadap para korban.

Kemudian memeriksa para saksi, cek TKP di 2 lokasi kejadian, menyita barang bukti berupa 14 pasang baju dan celana korban, melakukan gelar perkara, menerbitkan DPO terhadap tersangka HCP alias Hendri.

“Kita juga melakukan penangkapan tersangka Hendri, melakukan pemeriksaaan dan penahanan tersangka,” Pungkas Kapolres. (R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan