Polemik Pembangunan Jalan Lingkar Siborongborong, Sekda dan Kuasa Hukum Pemkab Taput Beri Penjelasan

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Taput – Proses pembangunan jalan lingkar Siborong-borong, Tapanuli Utara (Taput) yang diawali sejak tahun 2020 awalnya berjalan mulus.

Di mana kurang lebih 13 km, jalan lingkar melewati sejumlah desa. Diantaranya dari desa Sitabo-tabo, Sitabotabo Toruan, Lobusiregar I dan II serta Desa Pariksabungan.

Sebagaimana diketahui kegiatan pembangunan jalan awalnya berjalan dengan baik tanpa ada biaya ganti untung kepada warga sekitar.

Bahkan di awal Anton Sihombing, sebagaimana pengakuan sekda Taput, juga memberikan lahannya untuk pembangunan jalan lingkar di desa Libusiregar II demi kepentingan umum.

“Anton Sihombing sangat mendukung pembangunan jalan lingkar Siborong-borong demi kepentingan umum, di mana Anton Sihombing di lokasi tanahnya langsung turun ke lokasi untuk menunjuk lokasi lahan yang ingin dikerjakan untuk menjadi lokasi jalan lingkar. “ujar Sekda Taput Indra Simaremare kepada wartawan di ruang kerjanya” Selasa (25/1).

Baca juga  Serasa Mandi Soda, Kolam Air Soda Padat Pengunjung

Sekda itu juga menjelaskan pada intinya bahwa Anton Sihombing sangat mendukung pembangunan jalan lingkar.

Hal itu terbuktikan dengan kehadirannya langsung turun ke lokasi untuk menunjuk titik koordinat pembebasan lahannya untuk pembangunan jalan lingkar tersebut.

Hal senada disampaikan kuasa hukum Pemkab Taput, P Silitonga S.H., menjelaskan, pematangan lahan pembangunan jalan Lingkar Siborongborong sepanjang 13 Km dalam sosialisasi waktu itu berjalan dengan baik dan bahkan masyarakat sekitar tidak mau menerima ganti untung asalkan pembangunan jalan lingkar dapat dibangun dengan baik.

Baca juga  Diduga Akibat Sengketa Lahan, Pihak HKBP Tidak Melakukan Sakramen Pemakaman di Sipoholon

“Lebih baik pembangunan jalan sama kami dari pada biaya ganti untung” ujar Silitonga menirukan pernyataan warga yang tanahnya ikut berdampak pembangunan jalan lingkar.

Lebih lanjut kuasa hukum Pemkab itu menjelaskan, soal tanah Anton Sihombing yang dipersoalkan saat ini, menjelaskan waktu itu pak Anton ikut ke lokasi tanahnya di desa Lobusiregar II untuk menunjuk lokasi lahannya untuk dikerjakan pembangunan jalan lingkar Siborong-borong.

“Tidak ada pemkab Taput merampas tanah Anton Sihombing.” Jelasnya lagi.

Sementara Anton Sihombing saat dihubungi via SMS dan bahkan telepon terkait persoalan lahannya yang di bagun menjadi jalan lingkar, belum berhasil. (F/BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan