Persiapan Porkot Medan, Walikota Pimpin Rapat Pembagian Tugas

  • Whatsapp
Ket. Gbr : Rapat Persiapan Tupoksi

BeritaTapanuli.com, Medan – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSI MH diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Khairul Syahnan membuka rapat pembagian tugas dan tanggung jawab gelar Pekan Olah Raga Kota (Porkot) Medan, diruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan.

Pekan Olahraga Kota Medan (Porkot) Ke XI tahun 2019 di Stadion Teladan pada 7-14 September mendatang. Yang diikuti 34 cabang olahraga (cabor) selama sepekan.

Perhelatan olahraga kebanggaan Kota Medan tersebut, sangat mengharapkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Medan harus bekerja keras sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Sehingga pertandingan berjalan lancar dan sukses.

Dikatakan Syahnan, Porkot merupakan agenda rutin setiap tahunnya. “Saya rasa (Porkot) ini bukan hal yang baru, sebab setiap tahunnya kita menyelenggarakannya. Apalagi pembagian tugas dan tanggung jawab kita juga sudah jelas. Jadi saya harap tupoksi OPD yang sudah ada dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” kata Syahnan.

Baca juga  Bupati Tapteng Resmikan Perubahan Nama Pantai Bosur Menjadi PIP, Apakah PIP itu?

Selanjutnya mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan itu menjelaskan, tujuan Porkot digelar untuk menjaring atlet-atlet berprestasi yang ada di Kota Medan. Dengan demikian ibukota Provinsi Sumatera Utara akan memiliki atlet yang kompeten dan professional sehingga mengharumkan nama Kota Medan di tingkat nasional maupun internasional.

“Melalui Porkot ini kita harapkan para atlet nantinya dapat menunjukkan keahliannya dalam bertanding. Apalagi bibit-bibit atlet ini nantinya dapat bertanding di tingkat nasional maupun internasional. Hal itu pastinya akan membuat nama Kota Medan semakin harum di kancah nasional maupun internasional,” harapnya.

Baca juga  Akibat Longsor, Jalan Propinsi Pakkat-Barus Terputus

Sementara itu Ketua KONI Kota Medan Edy Sibarani mengatakan, antara KONI dan OPD di lingkungan Pemko Medan masih ada yang harus dievaluasi terhadap penyelenggaraan Porkot dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kita harus evaluasi penyelengaraan Porkot dari tahun sebelumnya. Contohnya pada saat pembukaan, jadi yang tahan untuk berdiri lama saja yang mengikuti parade pembukaan agar tidak menganggu proses berjalannya pembukaan tersebut,” jelas Sibarani.(rls)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan