Pengakuan Warga, Penyelamatan Korban Tewas Terkendala Medan Perbukitan

  • Whatsapp
Medan menuju lokasi (TKP) dengan arah panah

BeritaTapanuli.com, Sibolga – Jarak dan medan menuju TKP saat proses penyelamatan korban tertimbun longsor menjadi faktor penyebab tewasnya dua korban longsor, yang terjadi pada Selasa sore (4/8/2020) sekira pukul 16.30 WIB.

Ditemui dikediaman salah seorang saksi yang pertama meneriaki pemuda setempat meminta pertolongan warga membantu penyelamatan korban, ibu rumah tangga dengan panggilan Mak Yanti br Sinaga mengisahkan awal diketahui korban tertimpa longsor.

Awalna adong dakdanak marlojongi, biasa do attong dison songoni, alai, munculma hubereng oppungna, tangis-tangis ( Saya melihat anak-anak berlari kearah bawah, sudah biasanya disini anak anak berlari, namun muncullah neneknya keadaan menangis)” terangnya dalam bahasa Batak.

Masih lanjutnya, nenek korban tersebut meminta tolong yang saya sahuti dengan menanyakan perihal yang terjadi.

Tolong-tolong jo,(tolong-tolong dulu)” Jelasnya menirukan.

Mahua kak (kenapa kak) lalu dijawabnya, tolong dulu sudah ada tertimbun tanah, lalu saya menyuruh anakku dan meneriaki seluruh pemuda untuk menolong, lalu mereka dengan cepat berlari ke lokasi kejadian” ujarnya.

Baca juga  Tiba di Palembang, Isak Tangis Histeris Sambutan Jenazah Brimob Korban KKB

Diketahui, jarak antara saksi dengan TKP lebih kurang 70 Meter dengan medan menurun dan menanjak serta berbelok. Sehingga dugaan waktu berlari dan mengevakuasi korban memakan waktu yang cukup lama.

Tak hanya disitu, boru Sinaga itu juga menceritakan, saat korban yang merupakan ibu rumah tangga dan pertama tertolong itu ditemukan, warga sekitar masih hanya terfokus menyelamatkan nya.

Tanpa sadar lokasi korban kedua dan ketiga sempat terinjak beberapa warga. Namun atas keterangan saksi bernama Jefri Hulu warga kembali melakukan pencarian.

“Saat penggalian dilakukan, lalu terlihatlah rambut korban kedua, seorang pelajar SMP itu, yang bernama Amelia Nduru (14). Hingga warga dengan antusias menolong korban namun sudah tak sadarkan diri.” Bebernya.

Baca juga  Gadis 25 Tahun di Padangsidimpuan Terbakar, Ini Penjelasan Polisi

Usai diselamatkan, dalam waktu yang cukup lama juga, warga bersama BPBD Sibolga dibantu personil Polsek Sibolga Selatan melakukan penggalian dan mencari korban ketiga, bernama Jhony Hulu (20).

“Dengan melakukan pengerukan, warga bersama satgas akhirnya berhasil mengamankan korban yang juga sudah tidak sadarkan diri.”

Memang dang sadar be dua-duana halaki (memang sudah tidak sadar mereka berdua)” terangnya lagi.

Kedua korban langsung dilarikan ke RSU FL Tobing, namun naas nyawa keduanya tidak tertolong.

Sementara Hagaria Nduru (30), bersama Alvin (3) juga masih dalam keadaan terluka dan mendapat perawatan di RSU FL Tobing.

Sebelumnya, Pihak BPBD bersama Polsek Sibolga Selatan dengan cepat melakukan pertolongan, namun karena medan perbukitan yang sulit ditempuh diduga menjadi faktor penyebab korban sulit diselamatkan. (t)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan