Pendukung Trump Ingin Wapres As Digantung, Ini Alasannya

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com – Sejumlah pendukung Donald Trump marah dalam kerusuhan di Gedung Capitol. Serukan ingin menggantung Wakil Presiden AS Mike Pence.

Termasuk salah seorang fotografer kantor berita Reuters, Jim Bourg, turut mendengar teriakan itu.

Mereka beralasan menuding Wakil Presiden AS itu penghianat.

“Itu adalah kalimat yang terus diulangi. Ada banyak juga yang berbicara tentang bagaimana wakil presiden harus dieksekusi,” tulis Bourg di Twitter, sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Demikian juga dilansir dari media internasional yakni menurut CNN, Pence dan keluarganya mendengar massa yang marah berteriak “di mana Mike Pence” ketika mereka menyerbu Gedung Capitol.

Kerusuhan tersebut meletus pekan lalu ketika Kongres AS menghitung suara elektoral hasil pemilu AS dan selanjutnya mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS.

Baca juga  Dua Pria Panik Saat Diberhentikan Petugas, Tau-tau Bawa Obat Terlarang

Massa pendukung Trump melanggar penghalang di Gedung Capitol, masuk ke dalam gedung, dan menggeledah kantor anggota Kongres AS.

Aparat keamanan lantas berusahan sekuat tenaga menghalangi para perusuh dan megevakuasi anggota Kongres AS dan Pence sebagaimana dilansir dari Business Insider, Jumat (8/1/2021) pekan lalu.

Situasi dalam kerusuhan tersebut cukup mencekam, sejumlah staf Gedung Putih mencoba berlindung di dalam kantor.

Kerusuhan tersebut mengakibatkan lima orang tewas. Salah satunya adalah seorang wanita yang tewas setelah tertembak.

Seorang petugas Kepolisian Capitol juga tewas karena dipukul hingga tewas oleh para pendukung presiden, sedangkan tiga orang lainnya meninggal karena keadaan darurat medis.

Sebelum kerusuhan itu pecah, Trump menyampaikan pidatonya di Gedung Putih dan menyerukan para pendukungnya menuju Gedung Capitol untuk membatalkan Kongres AS mengesahkan hasil pemilu.

Baca juga  Pengakuan Tersangka, Hasil Perampokan Dipakai Nikah Siri

“Mike Pence harus datang untuk kita. Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang menyedihkan bagi negara kita,” kata Trump di Gedung Putih dalam pidatonya.

Trump juga menyinggung Pence di Twitter dengan mengatakan bahwa Pence memiliki otoritas untuk menolak hasil pemilu AS.

“Jika Mike Pence melakukan hal yang benar, kami memenangi pemilu. Dia memiliki hak mutlak untuk melakukannya,” twit Trump yang kemudian diblokir oleh Twitter.

Pence memang tidak memiliki kekuatan mencegah anggota parlemen mengesahkan kemenangan Biden dalam pemilu AS, meskipun Trump mengeklaim sebaliknya. (Sumber : CNN/Kompas.com/BT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan