Pemuda Asal Taput Kelaparan di Siantar, Lalu Nekat Curi Kotak Amal Mushollah

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Siantar – Seorang pemuda berinisial, LFP (20), diamuk massa, lantaran kedapatan mencuri kotak amal milik Musholah As-Sabaruah, Jalan Sriwijaya, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, Jumat (11/10/2019).

Beruntung, pemuda asal Desa Siraja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) itu terselamatkan, setelah personel Polsek Siantar Utara, datang mengamankannya.

Akibatnya, wajahnya mengalami luka bengap hingga bibir jontor dan mengeluarkan berdarah.

Ditemui di Polsek Siantar Utara, LP mengisahkan, dirinya pergi dari rumahnya, pada Kamis (9/10/2019) lalu, bermaksud mencari kerja ke Kota Siantar. Dari tempat tinggalnya, ia kemudian menumpangi Bus Palapa.

“Semalam, ada yang nawari kerja di Siantar. Sampailah aku di Siantar, bang,” ujarnya dengan menahan rasa sakit.

Ia yang ditawari bekerja melaut ke daerah Kisaran, Kabupaten Asahan. Kemudian menolak pekerjaan tersebut, lantaran takut melaut dan tidak pandai berenang. Alhasil,  ia akhirnya menjadi gelandangan di Pematangsiantar.

Baca juga  Badai Senin Dini Hari, Terbang Atap Rumah Warga Sibolga

Tepat, pada Jumat (11/10/2019) dini hari,  ia yang kebingungan, lantaran dirinya diserang rasa ngantuk yang cukup berat. Akhirnya ia pun memutuskan tidur di pelataran Musholah As-Sabaruah.

“Istirahat la aku bang di Musholah As-Sabaruah. Pintu musholah dikunci,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, sebelum azan sholat subuh, dia pun terbangun, dan warga berdatangan guna menunaikan sholat. Melihat warga berdatangan, LP tetap melanjutkan tidurnya, di pelataran teras musholah.

Setelah selesai sholat, ada seorang jamaah tidak pulang ke rumah, dan beristirahat tidur di dalam musholah.

Menjelang pagi, sekira pukul 07.00 WIB, jamaah yang sempat tidur di dalam mushollah terbangun dan  pulang ke rumahnya. Disitulah ia mulai menjalankan aksi jahatnya.

“Sebelum mencuri, aku mencuci wajahnya di kamar mandi. Setelah itu aku berkeliling melihat, musholah, diam-diam aku masuk ke dalam musholah,” ujarnya.

Baca juga  Agnes : Pilihan Politik adalah Sebuah Privasi

Usai menggasak uang kotak amal mushollah yang berjumlah Rp 53 ribu dan ketika hendak pergi tinggalkan musholah, di saat itu lah warga memergoki dan menangkapnya, lalu memukulinya beramai-ramai hingga babak belur.

“Belum pernah aku ditahan sama polisi. Aku kelaparan, tidak ada lagi biaya untuk makan bang. Niat aku memang mencari kerja lantaran sulit sekali peluang kerja di kampung,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Siantar Utara, AKP Lintas Pasaribu, melalui Kanit Reskrim, Ipda BR Simanjuntak, membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku pencurian kotak infaq musholah.

“Pihak pengurus musholah sudah membuat pengaduan atas kejadian tersebut, dan pelaku yang diamankan masih diambil keterangan. Untuk barang bukti ada dua kotak infaq, juga sudah disita guna proses penyidikan,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan