Pembunuhan Pekerja Koperasi, Warga Ungkap Ciri-ciri Pelaku

  • Whatsapp

BeritaTapanuli.com, Siantar – Orang tak dikenal (OTK) yang menghabisi nyawa pekerja Koperasi beberapa hari lalu, mulai terkuak. Hal ini, diungkapkan warga, termasuk saksi lewat penyampaian ciri-ciri pelaku.

Pria bernama Viky Erwanto Damanik alias Uwan Damanik (39), seketika meregang nyawa, pasca ditikam dengan sadis oleh pria misterius sebanyak tujuh liang, di warung Pak Jamal, Jalan Cokro Aminoto, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

Pria yang menetap di Jalan Pisang, Kecamatan Siantar Marihat ini, diketahui berpropfesi sebagai pekerja koperasi dan pada saat kejadian, Sabtu (28/9/2019) dini hari, tengah bersama temannya, Andreas, mengendarai becak motor (Betor), membawa pisang dari Pasar Parluasan, Kecamatan Siantar Utara.

Beranjak dari Pasar Parluasan, Uwan Damanik dan temannya, Andreas, singgah menikmati bandrek dan makanan, di warung milik Pak Jamal.

Baca juga  Sebanyak 24 Personil Polres Sibolga Terima Penghargaan

Diduga, kasus pembunuhan itu telah direncanakan pelaku. Menurut saksi mata yang berada di lokasi kejadian, yakni, Sari (19), perkerja warung tempat korban dan rekannya singgah, menyampaikan, pelaku datang dan duduk berhadapan dengan korban.

Selanjutnya, pelaku berdiri dari tempat duduknya, sembari membuka jaket dan menarik belati dan menikam tubuh korban.

“Sempat pelaku memesan mie goreng. Jadi ku bilang nggak ada lagi telor, dijawab pelaku itu, “Udah ngak pake telor pun tak apa apa,”ucap Sari meniru jawaban pelaku.

“Kalau ciri-ciri pelaki sepintas tinggi badan tidak pala tinggi, badannya tegap, kulitnya putih sawo matang lah, pangkas rambut pendek,”ucapnya, saat di Mapolres Siantar.

Puas menikam korban, pria misterius tersebut pergi, meninggalkan korban yang penuh luka tusukan senjata tajam di tubuhnya.

Baca juga  Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Infrastruktur Perkotaan, Barus Menjagi Wisata Religi

“Sebelum pergi, aku lihat uang pelaku itu cuman Rp 12 ribu dikeluarkan  dari kantongnya. Untuk membayar mie goreng Rp 10 ribu, jadi tinggal Rp 2 ribu uangnya,” ujar Sari lagi.

Sementara itu, hasil autopsi pada tubuh korban ditemui tujuh tusukan senjata tajam.

Kepala Forensik RSUD Djasmen Saragih Siantar, Dr. Reinhard J.D Hutahaean ketika dihubungi wartawan menyampaikan, korban mendapat tujuh tikaman senjata tajam, dengan luka dibagian dada, perut, lengan kanan dan punggung.

“Ada tikaman yang menembus rongga dada dan rongga perut. Kematian akibat perdarahan yang banyak di rongga dada dan perut, disebabkan kekerasan benda tajam,” ujarnya dihubungi wartawan. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan